Tuesday, November 20, 2018
Beranda > Opini dan Kajian > Harta Berkah dan Cara Meraihnya

Harta Berkah dan Cara Meraihnya

Berkah atau barokah berasal dari bahasa Arab, al-barokah, artinya “berkembang, bertambah, dan kebahagiaan” (Lisanul Arab Ibnu Manzhur). Menurut Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, asal makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi”.

Para ulama menjelaskan, bentuk keberkahan sebuah harta atau pekerjaan tidak boleh hanya dipahami dalam wujud pertambahan jumlah harta, namun juga dapat berupa bertambahnya kemanfaatan harta tersebut, walaupun secara kuantitatif tidak bertambah.

Bisa jadi, keberkahan itu berupa tercukupinya kebutuhan, meski harta yang dimiliki tergolong minim. Mungkin saja penghasilan seseorang secara kuantitatif kurang dan secara matematis tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhannya, namun ternyata ia tetap bisa hidup bahagia, tentram, terhindari dari penyakit, dan tidak punya utang.

“Tidaklah kelapangan rezeki dan amalan diukur dengan jumlahnya yang banyak, tidaklah panjang umur dilihat dari bulan dan tahunnya yang berjumlah banyak. Akan tetapi, kelapangan rezeki dan umur diukur dengan keberkahannya.” (Ibnu Qayyim).

Sebaliknya, harta yang tidak berkah menjadikan pemiliknya tetap sengsara secara batiniyah dan mendatangkan bencana, misalnya ternyata harta tersebut menjadikannya sombong, boros, bahkan sakit-sakitan sehingga hartanya banyak dikeluarkan untuk mengobati penyakitnya.

Harta itu ibarat hujan. Mendatangkan berkah jika menyuburkan tanah dan mengairi sawah-ladang sehingga tanaman tumbuh dan berbuah. Mendatangkan bencana jika mengakibatkan banjir dan longsor. Harta berkah mendatangkan kedamaian, tercukupi kebutuhan, bahkan mendatangkan kebaikan dan menjadi bekal di akhirat jika sebagian diinfakkan di jalan Allah (Zakat, Infak, Sedekah).

Untuk mendapatkan harta yang berkah, Islam memerintahkan umatnya untuk menempuh cara halal dan membersihkannya dari hak orang lain (zakat). Harta yang didapat secara tidak halal, tidak akan berkah, bahkan mengundang bencana. Konon, banyak anak pejabat berakhlak buruk karena dinafkahi dengan harta hasil korupsi.

Islam melarang segala bentuk upaya mendapatkan rezeki dengan cara-cara yang batil dan aniaya, seperti riba, judi, menipu, dan suap (QS. Al-Baqarah:278-279, Al-Maidah:90).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian makan harta di antara kalian dengan cara yang batil…” (QS. An-Nisa`: 29)

“Janganlah kalian makan harta di antara kalian dengan cara yang batil dan janganlah kalian menyuap dengan harta itu dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188). Wallahu a’lam bish-shawab.*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *