Beranda > Hong Kong > Hong Kong Tolak Izin Tinggal bagi PRT Asing

Hong Kong Tolak Izin Tinggal bagi PRT Asing

demo-prt-di-hongkongDDHK News, Hong Kong — Pengadilan banding Hong Kong, Senin (25/3/2013), menetapkan, pembantu rumah tangga (PRT) asing tidak boleh mengajukan izin tinggal permanen.

Kasus yang telah berjalan selama dua tahun itu berpusat pada Evangeline Banao Vallejos, pekerja domestik dari Filipina yang telah bekerja di Hong Kong selama 17 tahun.

Para pembantu rumah tangga menyatakan, penolakan izin tinggal bagi mereka merupakan tindakan yang tidak konstitusional.

Di Hong Kong saat ini terdapat sekitar 300.000 pembantu rumah tangga, sebagian besar dari Filipina dan Indonesia.

“Pembantu rumah tangga asing diwajibkan kembali ke negara asal mereka pada akhir kontrak dan telah diberitahu dari awal bahwa masuknya mereka (ke Hong Kong) bukan untuk tujuan tinggal,” demikian pernyataan keputusan Pengadilan Banding seperti dikutip situs bbc.co.uk.

“Nona Vallejos, tidak dapat berkata apa pun, tetapi tetap tenang,” kata kuasa hukumnya, Mark Daly.

“Kami menghargai keputusan, tapi kami tidak setuju,” tambah Daly.

“(Keputusan) itu bukan cermin dari nilai-nilai yang harus kita ajarkan kepada generasi muda dan masyarakat,” kata Daly.

Vallejos mengajukan banding bersama Daniel Domingo, pembantu rumah tangga asal Filipina lain yang telah bekerja di Hongkong selama 28 tahun.

Masalah izin tinggal merupakan isu sensitif di Hong Kong. Para pegiat menyatakan, tidak memberikan izin tinggal kepada para pekerja domestik adalah tindakan diskriminasi.

Eman Villanueva, juru bicara badan Asian Migrant, mengatakan, keputusan itu merupakan “perlakukan tidak adil terhadap pembantu rumah tangga asing di Hongkong.” (BBC Indonesia).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *