Monday, December 17, 2018
Beranda > Dunia Islam > Ikhwanul Muslimin: Mesir Bukan Iran

Ikhwanul Muslimin: Mesir Bukan Iran

DDHK News – Jurubicara Ikhwanul Muslimin Mesir, Esam Alarian, membantah organisasinya menginginkan pemerintahan ala Iran, setelah demonstrasi anti-pemerintah memaksa Presiden Hosni Mubarak mundur Jumat (11/2) lalu.

Alarian kepada Voice of America mengatakan, organisasinya hanya tertarik untuk berpartisipasi dalam pemilihan parlemen, bukan pemilihan presiden. Ia menampik spekulasi beberapa organisasi media internasional yang menyatakan Ikhwan mengincar posisi presiden.

“Tentu saja salah, itu tuduhan palsu. Itu tidak benar” katanya.  “Kami menyerukan sebuah negara sipil, negara moderat, (dan) suatu negara demokrasi, kesetaraan, kemakmuran, keadilan bagi semua, dan kebebasan bagi semua warga negara.”

Ia menegaskan, Mesir bukan Iran. “Mesir dapat membangun model sendiri demokrasinya sesuai dengan budaya dan preferensi Islam,” tegasnya.

Ikhwanul Muslimin resmi dilarang sebagai partai politik di Mesir, tapi memiliki kursi parlemen melalui jalur “independen.”

Alarian mengatakan, tuduhan terhadap organisasinya “benar-benar palsu”. Dia juga mengatakan, Ikhwanul Muslimin menolak campur tangan asing. “Kami menentang campur tangan internasional atau pihak asing dalam urusan dalam negeri atau internal kami,” tegasnya.

“Untuk semua orang asing, Amerika dan non-Amerika, kami meminta mereka untuk tidak ikut campur dalam urusan kami, tidak turut campur dalam penyusunan kabinet atau parlemen. Kita sama (dan) kami berharap untuk membangun hubungan baik dengan semua pihak,” imbuh Alarian.

Dikatakannya, kebijakan luar negeri dilakukan oleh presiden dan diawasi oleh parlemen. “Kami tidak menargetkan memiliki mayoritas di parlemen. Jadi, rakyat Mesir dapat memutuskan, bukan Ikhwanul Muslimin.  Mesir baru tidak ditentukan oleh Ikhwanul Muslimin saja, tetapi melibatkan semua orang Mesir –Muslim dan Kristen, kaum liberal, sosialis, nasionalis, dan Islamis.”

Dewan Militer Mesir telah membubarkan parlemen dan membekukan konstitusi yang menjadi tuntutan utama demonstran.

Pimpinan militer yang mengambil alih ketika Mubarak mundur, mengeluarkan pernyataan hari Minggu. Dikatakan, kepemimpinan militer hanya untuk sementara dan akan memerintah selama enam bulan atau sampai pemilihan presiden dan parlemen diselenggarakan yang dijadwalkan September 2011.

Pernyataan itu dikeluarkan tak lama setelah Perdana Menteri Mesir, Ahmed Shafiq, mengatakan prioritas utama kabinet yang didukung militer adalah memulihkan keamanan dan kehidupan normal di Mesir. (Mel/VOA News/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *