Beranda > BMI Menulis > INGIN PULANG KE INDONESIA? INI DOKUMEN YANG PERLU DIPENUHI

INGIN PULANG KE INDONESIA? INI DOKUMEN YANG PERLU DIPENUHI

Warga Indonesia, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI), di Hong Kong yang ingin pulang ke Tanah Air harus memenuhi beberapa persyaratan dokumen, agar kepulangannya berjalan lancar. Tentu saja, harus sudah menyiapkan tiket pesawat hingga ke daerah asal.

Hal ini berdasarkan pengalaman Enifah Tri Harini, seorang voluntir Dompet Dhuafa Hong Kong, yang pulang untuk pensiun kerja pada tanggal 21 Juni 2020 lalu, ke Malang, Jawa Timur. “Ada beberapa dokumen yang menjadi persyaratan yang harus dipenuhi sejak masih di Hong Kong,” ujarnya.

Pertama, surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan di laboratorium resmi di Hong Kong. Surat ini bisa diperoleh dengan mendatangi klinik layanan kesehatan di Negeri Beton. Untuk keperluan ini, Enifah datang ke klinik Lok Sin Tong Lee Sy Ang Long Chinese Medicine Clinic yang berlokasi di lantai 3 Chun Hoi Commercial Building, 688-690 Shanghai Street, Mong Kok.

“Di sana biayanya paling murah diantara klinik lainnya. Hanya HK$500. Di tempat yang lain, dari pengakuan teman-teman yang saya temui di bandara, ada yang harus membayar HK$600 hingga HK$6,000,” kata Enifah.

Kedua, Surat Keterangan Perjalanan dari KJRI Hong Kong. Di surat ini terdapat catatan, “setiap WNI yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta wajib mengikuti prosedur pemeriksaan Covid-19.”

Catatan selanjutnya, “Apabila telah menyelesaikan pemeriksaan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran dengan hasil negatif, selanjutnya segera melaporkan diri untuk mendapatkan layanan dan informasi pemulangan menuju daerah asal ke Pos Pelayanan BP2MI di Tower 10 (Bapak Ferdinand 0856-9217-1653).”

Namun baru-baru ini KJRI Hong Kong mengumumkan, ada perubahan prosedur pendataan PMI yang akan kembali ke Indonesia. Yakni, mulai tanggal 1 Juli 2020, tidak perlu lagi membawa Surat Keterangan Perjalanan dari KJRI Hong Kong. Namun, tetap harus menyampaikan informasi kepulangan kepada KJRI Hong Kong secara online di alamat: bit.ly/DATAPULANG.

“Para PMI disarankan untuk tes PCR Covid-19 tiga hari sebelum tanggal kepulangan. Apabila tidak sempat, tes Covid-19 akan dilakukan saat ketibaan di Indonesia oleh Gugus Tugas Covid-19 (gratis),” tuils KJRI di akun Facebook page resminya, Senin, 29 Juni 2020.

Setiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, ada beberapa surat dan dokumen yang harus diisi. Pertama, Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Kartu berupa kertas berwarna kuning ini berisi informasi tentang identitas diri, datang dari negara mana, dan keluhan sakit yang dialami.

Kedua, Klirens Kesehatan. Surat ini menerangkan bahwa pihak Kantor Kesehatan Soekarno-Hatta telah melakukan skrining kesehatan dan penyelidikan epidemilogi terhadap penumpang. Disebutkan pula dalam surat ini, “Penumpang diminta agar melakukan karantina mandiri di tempat tinggal masing-masing selama 14 hari ke depan.”

Berdasarkan surat ini pula, jika dinyatakan SEHAT, maka perjalanan lanjutan di seluruh wilayan Indonesia diizinkan. Karena tujuan Enifah ke Malang, Jawa Timur, surat ini juga ditembuskan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Malang. [Mia/Rasyidah]

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *