Saturday, November 17, 2018
Beranda > Dunia Islam > Kelaparan Landa Somalia, PBB Tetapkan Darurat Kemanusiaan

Kelaparan Landa Somalia, PBB Tetapkan Darurat Kemanusiaan

Sejumlah negara di kawasan Tanduk Afrika dilanda kekeringan panjang. Akibatnya, jutaan penduduk terancam kelaparan dan meninggalkan kampung halaman untuk mencari makan. Kelaparan terparah melanda Somalia.

Penduduk Somalia menurut catatan tahun 2005 berjumlah sekitar 8.000.000 orang. Mayoritas penduduk Somalia menganut agama Islam yang merupakan agama resmi negara. Tahun 1980, tercatat hanya 0,1% penduduk yang menganut agama Kristen dan 0,1% yang memeluk agama lain.

Bahasa Somali dan Bahasa Arab merupakan Bahasa resmi negara.

Warga Somalia terus mengalir menuju kamp pengungsi di ibukota, Mogadishu. Tercatat sekitar 800 ribu anak Somalia yang sekarat karena tak mendapatkan asupan makanan yang cukup. Jika tak segera diberi pertolongan, nyawa mereka tak akan tertolong.

Sejauh ini, wabah kelaparan sudah merenggut nyawa puluhan ribu warga di Somalia. Sebagian besar di antaranya anak-anak.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menetapkan Somalia selatan sebagai daerah yang menderita kelaparan akibat musim kemarau terparah selama 60 tahun, ditambah pergolakan politik yang melanda negeri tersebut.

Badan Bantuan Anak PBB mengatakan, sebanyak 80 persen anak di Somalia selatan menderita kekurangan gizi. PBB mengatakan, anak yang menderita kekurangan gizi akut di Somalia mencapai 30 persen. Angka kematian meningkat menjadi dua orang per 1.000 kepala per harinya.

Kekurangan gizi akibat kelaparan disebabkan oleh kemarau panjang yang berujung pada gagal panen, kematian ternak, meningkatnya harga pangan. Konflik berkepanjangan juga salah satu penyebab penderitaan warga Somalia. Perang saudara di Somalia juga membuat pemerintahan negara ini tidak efektif. Somalia telah lama disebut sebagai “negara gagal”.

Tingginya harga pangan membuat warga Somalia yang kebanyakan berada di bawah garis kemiskinan semakin menderita. PBB mencatat, sedikitnya 20 persen keluarga di negara ini menderita kekurangan pangan yang ekstrem. Daerah terparah adalah Bakool dan Shabelle.

Akibat kurangnya makanan, setiap minggunya sebanyak 5.000 warga Somalia rela berjalan berhari-hari di tengah terik menuju kamp pengungsi di Kenya dan Ethiopia. Saat ini di Kenya telah ada 400.000 pengungsi Somalia, padahal kamp pengungsi hanya mampu menampung 90.000 orang.

“Hampir setengah dari populasi Somalia, 3,7 juta orang, saat ini berada di situasi kritis. Sebanyak 2,8 juta di antaranya bermukim di wilayah selatan,” ujar Mark Bowden, koordinator bantuan kemanusiaan PBB untuk Somalia.

Kondisi Somalia diperparah dengan sikap kelompok oposisi, Al-Shabab, yang melarang badan-badan bantuan asing masuk ke wilayah Somalia yang dikuasainya. Alasannya, menurut seorang juru bicara Al-Shabab, Ali Mohamud Rage, badan-badan bantuan asing tidak diizinkan masuk kembali ke Somalia karena mereka “mempunyai agenda tersembunyi” seperti  Kristenisasi.

“Badan-badan bantuan yang dilarang, sekarang tetap dilarang. Badan-badan bantuan tersebut terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik,” kata Rage.

Ali Mohamud Rage juga membantah sebagian wilayah Somalia dilanda kelaparan. Menurutnya, PBB membesar-besarkan skala kekeringan di Somalia selatan. “Ada kekeringan di Somalia dan kekurangan hujan tetapi tidak separah yang mereka katakan,” kata Rage.

Sebanyak 10 juta penduduk di kawasan Afrika Timur diperkirakan memerlukan bantuan pangan. Somalia adalah negara yang paling parah sejauh ini karena tidak ada pemerintahan pusat yang berfungsi untuk mengkoordinasikan bantuan setelah pertempuran selama puluhan tahun.

Bantuan ke Mogadishu sempat didistribusikan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI). Bantuan makanan diberikan kepada ribuan orang yang mengungsi ke Ibukota Somalia.

Kekeringan yang terjadi di Afrika Timur merupakan yang terburuk selama 60 tahun terakhir. PBB menyebutnya sebagai “darurat kemanusiaan”. (Mel/BBC/AFP/Wiki).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *