Beranda > Hong Kong > KJRI HK Peringati Maulid Nabi 1433 H

KJRI HK Peringati Maulid Nabi 1433 H

Melalui peringatan Maulid Nabi, mari kita jadikan Nabi Muhammad Saw sebagai suriteladan dalam membentuk keluarga sakinah, berkarya untuk bangsa, dan mengabdi untuk negeri. Demikian dikatakan Bambang Sutanto, perwakilan KJRI Hong Kong, dalam acara peringatan Maulid Nabi 1433 H, Ahad (5/2), di Islamic Kasim Tuet Memorial College, Chaiwan HK.

Bambang juga berpesan agar kita selalu memberi kesalehan kepada musuh sekalipun sebagaimana kisah Nabi Saw dengan pengemis buta yang akhirnya masuk Islam karena kemuliaan akhlak Rasullullah Saw. “Manfaatkan rezeki yang didapat dan pergunakan sebagai modal untuk membuka bisnis bersama keluarga. Itu jauh lebih baik,” tegasnya.

Dalam menggelar acara Maulid Nabi Saw ini KJRI HK bekerja sama dengan Pemda Jatim dalam mendatangkan dua da’i sekaligus, yaitu KHM. Shodiq (Ketua MUI Madiun) dan Drs. H. Saiful Jazil, MA [Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya dan MUI Jatim). Acara dihadiri juga oleh General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) Ust. Ahmad Fauzi Qosim, Ketua Halaqoh Sabtu Bunda Retno, dan Jundhy Syaputra (KDI TPI).

Acara dimeriahkan dengan shalawat oleh Forum Silaturahmi Cab. BRI dan Jundhy Syaputra serta tarian Aceh dari Rapoi Geleng binaan Darma Wanita KJRI HK.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Jazil menjelaskan tentang hikmah dzikir dan membaca Al-Qur’an. Orang-orang yang berdzikir dijamin hatinya dibersihkan dan menjadi tenang. “Banyak orang sakit tidak hanya faktor fisik, tapi juga kejiwaan, psikis orang itu sendiri,” jelasnya.

Ia mengajak hadirin untuk mengwali aktivitas dengan doa, sering membaca Al-Qur’an minimal Asmaul Husna. “Karena Allah memiliki nama-nama yang indah, maka memohonlah dengan nama-nama tersebut. Jika memulai sesuatu tidak dengan doa, maka Allah akan mencabut keberkahannya,” terang Ust. Jazil.

“Amalan ibadah yang dicintai Allah,bukan karena banyaknya jumlah ibadah kita.Tapi keistiqomahan kita dalam menjalaninya yaitu secara terus menerus.” tegasnya.

Ustadz Shodiq juga berbagi ilmu tentang orang-orang yang akan bersama Rasulullah Saw di akhirat kelak, tetapi harus memiliki syarat-syarat sebagaimana Firman Allah Swt dalam Surah Al-Fath : 29.

Pertama, orang-orang Islam yang tegas terhadap non-Muslim, tapi tidak mengikuti agama mereka (lakum dinukum waliyadiin, untukmu agamamu dan untukku agamaku), walau berada di tengan non-Muslim sekalipun tetap menjalankan agamanya, masih diakui sebagai umat Nabi Saw karena tidak mengikuti mereka (kafir).

Kedua, saling asah, asih, asuh sesama Muslim, menyambung tali silaturahmi, dan sedekah. Sedekah yang paling mudah adalah senyum, maka tersenyumlah jika bertemu saudaramu karena itulah sedekahu, bahkan hubungan suami-istri pun merupakan sedekah.

Ketiga, perbaiki kualitas diri dengan shalat.

Keempat, sering membaca Al-Quran. “Hati manusia mudah berkarat dan obat dari hati yang berkarat adalah sering-sering membaca Al-Qur’an. Allah swt tidak melihat derajat bacanya, tapi akan diberikan pahala berdasarkan huruf per huruf,” jelasnya.

Kelima, ingat mati (dzikrul maut), yaitu sadar bahwa apa yang dimiliki hanya titipan, maka akan timbul sifat kedermawanannya.

Di akhir tausiyahnya, Ust. Jazil menyarankan hadirin sering mendatangi majlis taklim supaya hati dapat diterangi oleh cahaya Allah. “Jangan melihat siapa yang hadir, tapi nilai kajian atau isinya itu lebih penting,” tegasnya. [Rima Khumaira/ddhongkong.org].

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *