Monday, December 17, 2018
Beranda > Dunia Islam > Komunitas Muslim di Jepang Terus Berkembang

Komunitas Muslim di Jepang Terus Berkembang

Komunitas Muslim di Jepang terus berkembang seiring perjuangan mereka mengatasi berbagai kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan di negara raksasa Asia itu.

“Saya percaya bahwa minat pada Islam secara umum meningkat,” ujar Hirofumi Tanada, profesor ilmu manusia di Universitas Waseda di Tokyo, kepada Japan Times (14/11).

Islam masuk ke Jepang tahun 1920an melalui imigrasi ratusan Muslim Turki dari Rusia menyusul evolusi bekas negara Soviet itu.

Tahun 1930an, kaum Muslim mencapai jumlah 1,000 jiwa.

Gelombang migran lain yang mendorong populasi Muslim mencapai puncaknya di tahun 1980an, bersama dengan pekerja migran dari Iran, Pakistan, dan Bangladesh.

Jumlah kaum Muslim Jepang saat ini diperkirakan mencapai 120,000 jiwa dari total populasi 127 juta jiwa.

Tanada mengatakan, beberapa faktor seperti pertukaran pelajar, wirausahawan, dan mereka yang memiliki karier profesional bertanggung jawab untuk meningkatnya populasi Muslim.

“Ada banyak Muslim yang telah menikah dan tinggal di Jepang bersama keluarga mereka, dan mereka ingin memperdalam pertukaran dengan komunitas mereka,” ujar Tanada.

Jumlah mualaf Jepang yang saat ini sekitar 10,000 jiwa di antara komunitas Muslim.

Banyak wanita Jepang yang masuk Islam setelah menikah dengan pria Muslim.

Penyedia makanan halal tersebar di seluruh ibukota Tokyo.

Ada sekitar 60 Masjid dan lebih dari 100 musholla di seluruh penjuru Jepang.

Meskipun warga Muslim memiliki kesulitan untuk menunaikan sholat lima waktu di Masjid, mereka berkumpul dalam jumlah besar untuk sholat Jumat.

Tokyo Camii, yang juga dikenal sebagai Masjid Tokyo, salah satu Masjid tertua di Jepang menerima 400 sampai 500 Muslim saat ini, kebanyakan berasal dari Pakistan, Malaysia, dan Indonesia.

Ehsan Bai, seorang Muslim yang sudah tinggal di negara itu selama 16 tahun, bisa beradaptasi dengan masyarakat Jepang, tapi istri dan anak-anaknya mengalami beberapa kesulitan.

“Saya berharap anak-anak Jepang dan orangtua mereka bisa menerima bahwa ada berbagai jenis orang yang berbeda,” ujar istrinya.

Terdapat juga hambatan yang dia hadapi seperti misalnya makanan halal yang tidak selalu ada, terutama ketika dia sedang terburu-buru.

Dia menyadari bahkan di sekolah anak-anaknya tidak banyak perhatian yang diberikan untuk mengakomodasi kebutuhan kaum Muslim.

“Misalnya, jika kau melihat dengan seksama ke bungkus ‘sembei’ (biskuit beras), mereka memasukkan ekstrak sup ayam, yang mungkin bukan makanan halal,” ujarnya. (onislam/ddhongkong.org)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *