Saturday, November 17, 2018
Beranda > Dunia Islam > Konvoi Kemanusiaan Berangkat ke Gaza Senin

Konvoi Kemanusiaan Berangkat ke Gaza Senin

Penyelenggara konvoi bantuan kemanusiaan yang tergabung Aliansi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla 2) mengumumkan siap berlayar menuju Jalur Gaza hari Senin (4/7), meskipun ada keputusan penghalauan oleh pemerintah Yunani. Menurut mereka, pengusiran oleh Yunani itu “tidak memiliki landasan hukum dan moral apa pun, kecuali karena memenuhi tekanan Israel.

European Campaign untuk Pembebasan Blokade Gaza, salah satu anggota Aliansi Armada Kebebasan, menjelaskan, kapal-kapal Freedom Flotilla 2 akan bekerja sungguh-sungguh untuk memulai perjalanannya menuju Jalur Gaza hari Senin, terutama upaya untuk membatalkan pencegahan Yunani untuk pelayaran kapal-kapal flotilla dari pelabuhannya.

“Kami sekarang memiliki 9 kapal, setelah datu kapal dirusak oleh orang tidak dikenal yang diyakini mereka memiliki hubungan dengan intelijen luar negeri Israel Mossad,” kata European Campaign seraya mengingatkan ada 11 kapal Armada Kebebasan 2 yang berasal dari Prancis yang saat ini berada di salah satu pelabuhan di luar Yunani.

European Campaign menjelaskan, saat ini sudah dilakukan langkah dia jalur utama untuk menyukseskan misi armada kebebasan. Yang pertama melakukan komunikasi dengan partai-partai dan kelompok-kelompok aktivis Yunani, dengan tujuan untuk menekan pemerintah mereka agar mengakhiri penghalauan yang diberlakukan terhadap kapal armada kebebasan.

Jalur yang kedua adalah langka hukum, yaitu dengan melakukan aliansi dengan kelompok pengacara terkenal untuk membetalkan keputusan Yunani yang tidak memiliki landasan hukum apa-apa, bahkan bertentangan dengan moral dan kemanusiaan, serta pelanggaran terhadap kebebasan individu untuk bergerak.

Israel Kalah

Seorang penulis Israel menyatakan, Israel kalah dalam perang media menghadapi Freedom Flotilla 2. Ia berharap penyelenggaran konvoi menarik rencananya setelah berhasil mengisolasi Israel secara internasional dan mendorongnya menuju penjara.

Wartawan Asav Jevin, dalam opini yang dilansir koran Yediot Aharonot Israel, menyebutkan, seruan menyukseskan aksi konvoi Freedom Flotilla 2 untuk mengakhiri blkade Gaza, telah berhasil mencapai tujuannya menampilkan “kedunguan Israel” yang gagal memenej media menghadapi konvoi.

Jevin menyebutkan, keberangkatan konvoi Freedom Flotilla 1 tahun lalu yang diikuti kapal Marmara Turki bertujuan menonjilkan kebrutalan Israel di hadapan dunia dan itu telah berhasil dengan bantuan Israel sendiri, sedangkan Freedom Flotilla 2 bertujuan menampakan “Kedunguan Israel” di hadapan masyarakat internasional.

Dalam tulisan berjudul “Israel Kalah Perangi Konvoi”, Jevin menyatakan, konvoi Freedom Flotilla telah berhasil merealisir tujuannya secara menyeluruh.

Menurutnya, saat ini statemen permusuhan Israel memperlihatkan kesiapannya mengulangi kesalahan yang telah dilakukannya tahun lalu.

Ia melihat otoritas Israel keliru dalam berinteraksi dengan konvoi Freedom Flotilla sejak awal. Israel tidak bisa melihat aksi tersebut sebagai simbol. Interaksi keliru Israel dengan Freedom Flotilla 1 bisa mengalihkan kepada symbol yang lebih besar lagi.

Jevin mencela prilaku Israel memobilisasi media dalam interaksi publik menghadapi Freedom Flotilla 2 dengan meluncurkan statemen permusuhan, di samping menuding para peserta konvoi memiliki senjata yang akan digunakan menghadapi pasukan mariner Israel.

Jevin menambahkan, Israel menegaskan bahwa para peserta konvoi telah mempersiapkan diri dengan senjata kimia, lasser, dan dragon. Ia berharap, penyelenggara konvoi membatalkan pemberangkatannya, sebab tujuan mereka mengisolasi Israel dari arena internasional dan menyeretnya ke pengadilan telah berhasil di lakukan. (Mel/Info Palestina/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *