Beranda > Hong Kong > Menyucikan Benda yang Terkena Najis Babi

Menyucikan Benda yang Terkena Najis Babi

Hukum Wanita Haid Membaca Al-Qur’an

TANYA-JAWAB AGAMA

Pertanyaan: Bagaimana cara menyucikan benda yang terkena najis babi?

Jawaban: Para ulama sepakat bahwa daging babi dalam kondisi telah mati adalah bangkai yang najis. Namun bila masih dalam kondisi hidup, mayoritas ulama berpendapat bahwa babi najis. Sedangkan al-Hanafiyah hanya menajiskan liurnya saja, dan al-Malikiyah menilai tubuhnya mutlak tidak najis.

Adapun bagaimana cara membersihkan benda yang terkena tubuh atau daging babi yang najis, para ulama dalam hal ini juga berbeda pendapat.

Madzhab pertama: menggunakan air dan tanah. Madzhab ini dianut oleh asy-Syafi’iyah dan al-Hanabilah. Menyucikannya, menurut madzhab ini, dengan cara mengoleskan tanah secara merata pada wilayah benda yang terkena najis. Setelah itu dibilas dengan air sebanyak 7 kali.

Madzhab ini mendasarkan pendapatnya kepada hadits Nabi Muhammad saw, “Sucinya bejana salah seorang dari kalian jika terjilat oleh anjing, dengan cara dicuci 7 kali, salah satunya dengan tanah.” (HR. Muslim).

Madzhab kedua: cukup dengan air. Madzhab ini dianut oleh al-Hanafiyah dan al-Malikiyah, yang berpendapat tidak disyaratkan dalam menyucikan benda yang terkena najis babi.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

Sumber: Buku “Tanya Jawab Fikih Keseharian Buruh Migran Muslim”

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *