Beranda > Indonesia > Migrant Institute Laporkan TKW di Taiwan, Province Of China Diperkosa 10 Lelaki

Migrant Institute Laporkan TKW di Taiwan, Province Of China Diperkosa 10 Lelaki

Penderitaan bukan hanya dialami sebagian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi yang terancam hukuman mati. Di Hong Kong dan Taiwan, Province Of China kondisi yang sama juga dialami TKW. Mereka rata-rata bermasalah sebagai korban pemerkosaan, PHK sepihak, dan perlakuan sewenang-wenang dari agen penempatan TKI.

Permasalahan TKW di Hong Kong dan Taiwan, Province Of China ini disampaikan Migrant Institute ke Pemprov Jawa Timur. Membawa dua buku kompilasi tulisan para TKW berjudul Surat Berdarah Untuk Presiden dan Kepada Yang Terhormat Presiden, para aktivis Migrant Institute tadi melaporkan sejumlah kasus TKW.

D iantara yang dilaporkan adalah yang dialami Sarah TKW asal Tulungagung di Kota Hualien, Taiwan, Province Of China. Dari hasil penelusuran jaringan Migrant Institute di Taiwan, Province Of China, TKW ini menjadi korban pemerkosaan 10 pria yang menjadi majikannya.

Hingga kini masih belum diketahui identitas pasti Sarah, kecuali asalnya yang dari Tulungagung. Dari penelusuran Migrant Institute, terungkap kronologi sebagai berikut :

25 Mei 2011
Jaringan Migrant Institute mendapat informasi adanya seorang TKW berada di RS Tzu Ci, Hualien, Taiwan, Province Of China. Kondisinya belum diketahui. Koordinasi pun dilakukan dengan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan, Province Of China.

Relawan jaringan Migrant Institute menuju ke RS Tzu Ci, di sana sudah ada petugas polisi dan Depnaker setempat. Relawan dari Migrant Institute dilarang bertemu Sarah.

26 Mei 2011
Berbagai upaya dilakukan relawan Migrant Institute di RS Tzu Ci untuk bisa bertemu dengan Sarah namun gagal.

27 Mei 2011
Relawan Migrant Institute meminta pertolongan seorang perawat RS Tzu Ci yang kebetulan warga negara Indonesia untuk mendapatkan informasi soal Sarah.

Dari keterangan perawat itu didapatkanlah informasi yang masih minim soal kasus yang dialami Sarah. Wanita ini berusia 23 tahun asal Tulungagung. Sebelumnya bekerja di kota Hsincu pada periode waktu yang belum diketahui, kemudian pindah majikan dan agen ke Hualien.

Di Hualien inilah masalah dialami Sarah. Pada periode waktu yang juga belum diketahui, Sarah ‘dijual’ oleh agen ke beberapa majikan dan disuruh menandatangani kontrak dalam bahasa yang tidak diketahuinya.

Di majikan barunya, dia dipaksa ‘melayani’ nafsu syahwat 6 laki-laki. Tentang kejadian ini, dia sudah melaporkannya ke Depnaker setempat. Namun dari pengakuannya ke perawat WNI, dia juga dipaksa ‘melayani’ empat orang lainnya.

Dari hasil eksplorasi, diketahui bahwa empat orang yang disebut Sarah ke perawat adalah para majikannya yang terbaru sehingga total ada 10 orang lelaki yang ‘mengerjainya’ dalam periode waktu tertentu.

Bahkan di rumah majikan terbarunya, berdasarkan keterangan Sarah ke perawat, dia diperkosa 4 lelaki di ruang tamu, termasuk diantaranya si menantu dan anak si nenek. Yang terbilang keji, menantu si nenek ini malah ikut merekam kejadian tersebut.

Tidak hanya diperkosa, Sarah juga diancam pembunuhan jika menceritakan kejadian ini dan tabungannya akan diambil Sang Majikan.

Pada hari yang sama, dilaporkan tukang bersih-bersih RS Tzu Ci yang juga warga negara Indonesia, Sarah dilaporkan ‘dsembunyikan’ di lantai 10 RS tersebut tanpa diketahui penyebabnya.

Jaringan Migrant Institute mencoba berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan didapatkan jaminan keamanan jika memang benar ada pasien bernama Sarah di RS tersebut.

Upaya untuk menemui Sarah masih dilanjutkan oleh 5 orang relawan, sampai akhirnya dokter mengijinkannya berbicara dengan Sarah hanya lewat interkom karena kondisi psikis Sarah yang luar biasa tertekan.

Pihak RS Tzu Ci juga menjamin kondisi dan keamanan Sarah. Dalam kesempatan itu juga didapatkan informasi jika RS bersedia membawa Sarah ke shelter CMA yang menampung TKI bermasalah di Taiwan, Province Of China.

4 Juni 2011
Kontak pertama tim relawan dengan Sarah melalui telepon umum RS. Dilaporkan kondisinya lebih baik meskipun terdengar suaranya masih tertekan. Dalam pembicaraan itu diketahui yang membawanya ke RS adalah agen penempatan di Taiwan, Province Of China.

“Mereka mengira saya sudah mati, padahal saya belum mati,” kata dia dalam pembicaraan itu. Dalam kesempatan itu Sarah juga menceritakan uangnya diambil oleh agen dan makikannya. Pembicaraan lewat telepon umum itu terputus.

6 Juni 2011
Sempat terjadi pembicaraan lewat telepon antara relawan jaringan Migrant Institute dengan Sarah sebelum dikirim ke Shelter. Inilah pembicaraan terakhir Sarah dengan relawan jaringan Migrant Institute.

Direktur Progam Migrant Institute, Ali Yasin, mengatakan, fenomena Sarah itu adalah fenomena gunung es yang terjadi di Taiwan, Province Of China. Dibandingkan Arab Saudi yang punya sekitar 1,5 juta TKI, masalah ketenagakerjaan di Taiwan, Province Of China dan Hong Kong memang tidak terlalu banyak. Namun, masalah yang terjadi juga tidak kalah kronis.

Hong Kong yang punya 146 ribu TKW hanya punya 7 shelter yang masing-masing hanya punya daya tampung 25 orang.

“Sekarang shelter untuk penampungan TKW bermasalah di Hong Kong sudah sangat penuh sesak dan ini butuh penanganan serius dari pemerintah,” kata dia.

Dengan kasus yang dialami Sarah, Ali Yasin berharap BNP2TKI cepat mengambil langkah, menyelamatkan WNI dari kesewenang-wenangan majikan di negara asing. (Surabaya.net)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *