Saturday, November 17, 2018
Beranda > Indonesia > MUI: Kaum Muslim Harus Punya Media Islam Internasional

MUI: Kaum Muslim Harus Punya Media Islam Internasional

media islam

media islamDDHK News, Indonesia — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kaum Muslim harus memiliki media Islam internasional untuk jalan dakwah.

Menurut Ketua MUI Bidang Perhubungan Internasional, KH Muhyiddin Junaidi, saat ini penting bagi umat Muslim untuk membuat media Islam bertaraf internasional. Tujuannya untuk menjembatani segala informasi, aspirasi, dan juga jalan berdakwah.

“Sudah sejak lama Media Islam digembar-gemborkan akan didirikan. Kali ini segera diseriuskan sehingga kantor berita Islam berskala intenasional menjadi bagian integratif dari kelengkapan dakwa islam dan corong umat untung menyarakan aspirasinya,” ujar Muhyiddin seperti dikutip Republika Online (27/4).

Ia juga optimistis media Islam mampu mendorong terbukanya pintu-pintu ijtihad dalam rangka mengantisipasi perkembangan zaman.

“Pendirian media Islam ini sangat baik, tepat, kreatif, dan inspiratif,” ujarnya. Ia berharap, media Islam bertaraf internasional segera direlisasikan, bukan sekadar wacana semata.

Muhyi juga menyarankan supaya wacana ini segera dimatangkan pembahasannya ke tingkat yang lebih serius.  Ia sangat yakin, keberadaan media Islam berkelas internasional ini bisa membuat umat Islam bersatu dalam hal berbagi informasi dan ilmu serta membangkitkan ekonomi umat.

“Sumber kekuatan baru bukanlah uang banyak di tangan, tetapi berapa informasi yang berada di tangan orang banyak,” imbuhnya.

Media Islam bukan hanya menjembatani umat Islam untuk berdakwah, n amun juga mampu menguatkan ekonomi, sebagai corong bisnis, juga sebagai jalan umat Islam untuk go internasional. (ROL)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *