Beranda > Hong Kong > Nurlinda, Lillahi Ta’ala Mengajar di Migrant Institute DDHK

Nurlinda, Lillahi Ta’ala Mengajar di Migrant Institute DDHK

NurlindaDDHK News, Hong Kong — Miss Linda, begitulah para siswa Migrant Institute Dompet Dhuafa Hong Kong (MI DDHK) memanggil perempuan berpostur tubuh tinggi ini. Bernama lengkap Nurlinda, ia BMI Hong Kong asal Ponorogo, Jawa Timur.

”Bukan menjadi cita-cita saya untuk bekerja di luar negeri, apalagi sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI). Semua itu terjadi karena orangtua saya meninggal, sedangkan saya mempunyai dua orang adik yang masih sekolah,” katanya.

Pada 16 Juli 1999 ia meninggalkan kampung halamannya dan mulai bekerja di Hong Kong. Kini sudah delapan tahun ia bekerja dengan dua majikan yang berbeda.

Mulai tahun 2004, Ms. Linda bergabung dengan DDHK yang pada saat itu masih dalam tahap awal dan memerlukan perjuangan yang sangat berat.

Ustadz Ogie, General Manager pertama DDHK, memberikan kepercayaan kepada perempuan murah senyum ini untuk wawancara dengan mahasiswa dari Hong Kong University tentang kegiatan-kegiatan positif DDHK untuk membantu para BMI di Hong Kong. Tentu saja wawancara itu menggunakan bahasa Inggris. Ia mengaku, usai wawancara, ia ditanyai oleh Ust. Ogie tentang hasil wawancaranya.

”Pak Ogie merasa puas, dan akhirnya saya diberi kepercayaan dan tanggung jawab sebagai pengajar MI DDHK kelas bahasa Inggris,” katanya.

“Saya hanya diberi modul dan modul tersebut saya pelajari dengan baik. Selain itu, saya sering membuka kamus bahasa Inggris, belajar dari internet, juga bertanya kepada orang yang lebih tahu. Saya mulai mengajar dari tahun 2005 sampai sekarang,” imbuhnya.

Selama menjadi pengajar, Ms. Linda tidak pernah merasakan lelah ataupun sedih. Malah, ia selalu merasa senang meskipun kadang kala ada salah satu muridnya yang sulit menangkap materi.

Berbagai pengalaman menarik ia rasakan selama menjadi pengajar MI DDHK. Salah satunya ketika ia mempunyai seorang murid eks BMI Singapore yang sangat lancar berbicara bahasa Inggris. Tapi ketika ada ujian tulis, hampir semua jawabannya salah.

Linda mengaku mengajar di MI DDHK ini lillahita’ala. ”Karena amal yang tidak akan putus pahalanya itu ada tiga, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh. Saya hanya bisa menularkan ilmu kepada mereka. Mudah-mudahan bermanfaat,” terangnya.

Ms. Linda termasuk BMI yang menerima beasiswa dari Universitas Budi Luhur Jakarta. Rencananya, pekan ini ia akan kembali ke tanah air untuk menengok keluarganya sekaligus untuk mensurvei universitas tersebut.

”Saya akan tetap bergabung dengan Dompet Dhuafa, meskipun saya telah menetap di Indonesia,”  tegasnya.

Dari pandangannya, DDHK adalah wadah yang sangat tepat untuk menyalurkan hobi sekaligus untuk ibadah. “Jangan pernah ragu jika ingin bergabung dengan DDHK karena DDHK ini adalah ladang da’wah, ladang ilmu, dan ladang untuk beramal,” tegasnya.

Ia mengaku sangat takjub dengan perubahan BMI Hong Kong yang sangat drastis. Dulu sangat sedikit dijumpai perempuan berjilbab. Tapi sekarang hampir semua BMI telah menutup auratnya.

“Sangat diharapkan agar BMI Hong Kong bisa mengatur keuangannya dengan baik. Untuk bisa memilah-pilahkan antara uang yang akan ditabung, uang bulanan, dan uang darurat,” pungkasnya. (Yulia Cahyaningrum/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *