Wednesday, November 21, 2018
Beranda > Dunia Islam > Oposisi Yaman Serukan Protes Masal Hari Jumat

Oposisi Yaman Serukan Protes Masal Hari Jumat

DDHK News — Kelompok oposisi Yaman menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran di istana Presiden Ali Abdullah Saleh di Sana’a hari Jumat pekan ini untuk menuntut Saleh mengundurkan diri. Ia berharap aksi itu mengakhiri krisis Yaman.

“Jumat akan menjadi hari Jumat Pengusiran (terhadap Presiden Saleh) dengan ratusan ribu orang … Kami akan tiba di mana Anda (Saleh) berada dan kami akan mengusir Anda,” kata juru bicara oposisi, Muhammad Qahtan, kepada Al-Jazeera, Rabu (23/3).

Aksi unjuk rasa menentang rezim penguasa sudah berlangsung selama tujuh minggu dan menelan banyak korban jiwa.  Massa demonstran mendapat dukungan sejumlah elite politik dan kalangan militer, termasuk Jenderal Ali Muhsin, komandan dari zona militer barat laut dan kerabat Saleh dari klan al-Ahmar.

Presiden Saleh hari Selasa mengingatkan mereka yang hendak kudeta dan mengingatkan kemungkinan terjadi perang saudara di Yaman. “Mereka yang ingin naik ke kekuasaan melalui kudeta harus tahu bahwa ini bukan jalan keluar. Tanah air tidak akan stabil, akan ada perang saudara, perang berdarah. Mereka harus hati-hati mempertimbangkan ini,” kata Saleh kepada pasukannya.

Seorang penjaga presiden dan seorang prajurit tewas dalam bentrokan antara dua kekuatan di kota pesisir selatan Mukalla, Senin malam.

Amerika Serikat yang selama ini membantu Yaman memerangi kelompok Al-Qaida di negara ini, menyatakan keprihatinannya. “Kami jelas prihatin dengan ketidakstabilan di Yaman,” kata Menteri Pertahanan AS, Robert Gates. Perhatian utama Gates adalah menghindari “pengalihan perhatian” dari menentang Al-Qaidah di sana. Rezim Saleh –bersama Kerajaan Arab Saudi– merupakan sekutu utama Amerika atas perang terhadap Al-Qaidah di Semenanjung Arab.

Seorang pembantu Saleh mengatakan, Saleh akan meletakkan jabatannya setelah pemilihan anggota parlemen dan mendirikan lembaga-lembaga demokratis pada Januari 2012. Saleh juga mengatakan tidak akan maju lagi dalam pemilihan presiden setelah masa jabatannya tahun 2013. Namun, demonstran bersikukuh menuntutnya segera mundur.

Pemerintah Yaman menggunakan penembak jitu guna melayani demonstran. Jumlah korban tewas akibat serangan penembak jitu itu mencapai angka sedikitnya 52 orang. “Kami tidak akan bubar hingga turunnya sang tukang jagal,” teriak para demonstran di ibu kota Sanaa yang mengacu kepada Presiden Ali Abdullah Saleh. “Kami tidak akan meninggalkan tempat ini hingga kepergian Saleh dan sejumlah anaknya,” tambah mereka.

Pembantaian itu terjadi di Sanaa pada Jumat siang dan menjadi hari paling berdarah dalam kerusuhan selama beberapa pekan. Sejumlah saksi mata mengatakan, “preman” pendukung Saleh menembakkan peluru tajam dari atap di sekitar lapangan Universitas Sanaa. Sejumlah korban mendapat tembakan di bagian kepala dan lebih dari 120 orang cedera. (Mel/Reuters/Antara).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *