Wednesday, February 20, 2019
Beranda > Dunia Islam > Pemuda dan Mahasiswa Malaysia Dukung ‘Aksi Sejuta Umat’ Protes Pemurtadan

Pemuda dan Mahasiswa Malaysia Dukung ‘Aksi Sejuta Umat’ Protes Pemurtadan

Rencana aksi unjuk rasa sejuta Muslim Malaysia, Sabtu (22/10), guna memrotes pemurtadan di kalangan umat Islam, mendapat dukungan dari Pemuda Muslim dan Asosiasi Sarjana Malaysia. Persatuan Belia Islam Nasional (Pembina), Gabungan Mahasiswa Islam SeMalaysia (GAMIS), dan Gabungan Pelajar Melayu Semanjung (GPMS) dikabarkan akan turut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa.

Majelis Perwakilan Pelajar (MPP) memperkirakan sekitar 100.000 pemuda dan mahasiswa bakal menghadiri aksi tersebut di Stadion Shah Alam.

“Aksi ini sah dimata hukum. Kami meminta Kementerian Pendidikan dan otoritas terkait lainnya untuk memfasilitasi aksi ini,” papar Sekretaris, GMPS, Zambri Mohd Isa, seperti dikutip Themalaysianinsider, Rabu (19/10).

Zamri mengatakan, tujuan aksi ini perlu mendapat dukungan guna menciptakan kesadaraan dan kesamaan sikap dalam melawan aksi pemurtadan.

Ketua Asosiasi Cina Malaysia, Datuk Sri Chua Soi Lek menyatakan, rencana aksi unjuk rasa sebagai respon terhadap isu pemurtadan tidak perlu dilakukan karena dikhawatirkan bakal memperparah ketegangan rasial.

“Saya pikir, polisi akan mengamankan acara itu, tapi secara pribadi, saya merasa tidak perlu ada aksi seperti itu,” paparnya. Chua berpendapat aksi yang seharusnya dilakukan adalah mengurangi segala bentuk aktivitas keagaman yang rentan akan munculnya kecurigaan antar ras dan agama.

Kekhawatiran Chua cukup beralasan, mengingat aksi yang digagas Himpun bakal menyinggung umat Kristiani. Apalagi pemimpin National Evangelical christian Fellowship (NECF), Eu Hong Seng, menyarankan agar tidak melanjutkan aksi tersebut. Ia menilai aksi itu akan menggugurkan usaha pemerintah menempuh jalan damai guna menyelasaikan masalah tersebut.

“Saya pikir tidak melanjutkan aksi bermanfaat bagi semua. Apalagi semua orang tahu tidak ada bukti konkret soal isu pemurtadan,” kata Pendeta Eu.

Pemerintah Malaysia juga merespon rencana aksi besar-besaran itu. Melalui komite antaragama, pemerintah Malaysia mengajak penggagas aksi, Himpun, untuk berdialog.

Sekretaris Himpun, Aminudin Yahya, menuturkan, ajakan pemerintah berdialog itu untuk mencegah kesalahpahaman aksi unjuk rasa. Yang pasti,  kata dia,  unjuk rasa memiliki tujuan  untuk mempersatukan sikap umat Islam terhadap isu pemurtadan.

“Karena itu, kami akan mengirim perwakilan untuk menjelaskan kepada anggota komite non-Muslim,” paparnya seperti dikutip themalaysiainsider.com, Rabu (19/10).

Komite Antar Agama, merupakan badan bentukan Pemerintah Malaysia yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Departemen Persatuan Nasional dan Intergrasi (NUID) Datuk Azman Amin Hassan. Komite ini dibentuk oleh Februari lalu setelah beberapa insiden seperti kontroversi pengucapan kata Allah dan serangan terhadap rumah-rumah ibadah di Malaysia. (REPUBLIKA).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat via WA