Wednesday, December 19, 2018
Beranda > Hong Kong > Pengajian Jamaah Sabtu TST: Tugas sebagai Istri dan Ibu termasuk Jihad Fi Sabilillah

Pengajian Jamaah Sabtu TST: Tugas sebagai Istri dan Ibu termasuk Jihad Fi Sabilillah

Pengajian SabtuDDHK News, Hong Kong — Hujan rintik-rintik dan mendung yang menyelimuti langit Hong Kong tak menghalangi aktivitas para Buruh Migran Indonesia di Hong Kong (BMI HK), Sabtu (23/6). Sedikitnya 300 BMI HK berkumpul untuk mengikuti pengajian yang diadakan oleh Organisasi Jamaah Sabtu Tsim Sha Tsui di Kowloon Park, samping kiri Masjid TST.

Pengajian tersebut diisi oleh dua orang pemateri sekaligus, yaitu Ustadz Muhammad Sakirun dari Surabaya dan Ustadz Anant dari Yogyakarta. Keduanya Tim Satu Da’i Seribu Berkah Dompet Dhuafa Hong Kong (SDSB DDHK).

Tausiyah pertama dari Ust. Sakirun yang di dampingi oleh Sumiati alias Bunda Mia dari Komunitas Migran Indonesia (KOMI). Ustadz Sakirun menyampaikan tentang peranan seorang istri. Menurutnya, peranan seorang istri itu sangat luar biasa, mampu mengurus rumah tangganya, merawat suami, dan menjaga anak-anaknya.

“Untuk itu kaum lelaki tidak boleh menyepelekan istri, apalagi istrinya perempuan yang lembut hati dan budi pekertinya,” katanya.

“Berbahagialah menjadi seorang istri yang mampu mengurus keluarganya dengan baik. Seorang istri melahirkan bayi adalah ibadah yang tak dapat tergantikan karena surga hanya di telapak kaki ibu,” katanya seraya mengutip hadits Nabi Saw.

Ia berpesan kepada jamaah yang mayoritas perempuan agar ketika hendak menikah harus diniatkan dengan ibadah agar berkah sesuai dengan sunah Rasulullah Saw.

Ia juga mengimbau agar kita seniantiasa beristigfar, bershalawat, dan berdoa.

Jamaah diingatkan, meski hidup di Hong Kong, jangan lupakan keluarga di tanah air dan jaga diri dengan baik serta tetaplah pelihara kebersamaan dalam persahabatan. “Saya salut kepada para BMI karena BMI bukan hanya pahlawan devisa, tapi juga pahlawan keluarga,” imbuhnya dengan nada ceria. Sebelum mengakhiri tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk bershalawat bersama.

Tausiyah kedua disampaikan Ustadz Anant dengan tema yang sama, yaitu tentang istri yang baik dan istri yang sholehah. “Seorang wanita sholehah tataranya sama dengan 100 lelaki sholeh, namun untuk menjadi wanita sholehah tidaklah mudah,” katanya.

“Semuanya harus melalui jalan jihad dan seorang wanita akan dinaikkan derajatnya, yaitu ketika sudah menikah dan menjadi seorang istri,” jelasnya. “Ketika istri melayani suaminya dengan ikhlas, maka ia akan mendapatkan pahala setara dengan pahala naik haji dan umrah 1000 kali,” jelasnya.

Dijelaskan juga, jika seorang ibu hamil dan melahirkan, maka pahalanya pun setara dengan jihad fisabililah. Seorang ibu adalah surga bagi anak-anaknya. “Setetes ASI setara dengan memberi makan kepada 1000 anak yatim,” paparnya.

Seorang ibu yang hanya tinggal di rumah bisa menuai banyak pahala. “Untuk itulah menjadi ibu sangatlah luar biasa,” pungkasnya.

Sebelum acara ditutup dengan doa, Ustadz Anant pun menyumbangkan suara emasnya untuk menghibur jamaah yang hadir. Lagu-lagu yang ia nyanyikan adalah hasil ciptaanya sendiri dengan judul album Air Mata tahajud dan Air Mata Masjid. (Tati Tia Surati/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *