Beranda > Dunia Islam > Pilpres Prancis: Sarkozy Kalah, Kaum Muslim Disalahkan

Pilpres Prancis: Sarkozy Kalah, Kaum Muslim Disalahkan

SarkozyPresiden Prancis, Nicolas Sarkozy, kalah dalam putaran pertama pemilu presiden (pilpres). Dari lebih dari 80 persen suara yang telah dihitung pada putaran pertama pilpres, calon dari kubu Sosialis, Francois Hollande, unggul satu persen dari Sarkozy.

Atas kekalahan itu, kubu Sarkozy, Partai Sayap Kanan Prancis (UMP) menuduh pihak partai Sosialis telah meminta masjid-masjid di Prancis agar menyerukan umat Islam memilih Hollande. “Saya mengutuk tindakan licik dan tidak bertanggung jawab dari partai Sosialis dengan meminta 700 masjid untuk memilih Hollande,” kata anggota parlemen dari UMP, Eric Ciotti, seperti dikutip thelocal.fr.

Para pemimpin Muslim Prancis menyangkal tuduhan itu. “Ya, para ulama meminta Muslim Prancis untuk memilih, tapi tidak berarti ada instruksi khusus untuk memilih kandidat tertentu,” ungkap Pemimpin Dewan Agama Islam Prancis, Abdallah Zekri.

Sebelum pemilihan, komunitas Muslim Prancis memang telanjur “sakit hati” dengan gelagat Sarkozy yang dinilai hipoktrit. Di satu sisi, ia menekan komunitas Muslim dengan beragam isu, mulai dari masalah cadar dan jilbab, lalu daging halal, hingga yang terakhir terkait tragedi Mohammed Merah. Namun, di sisi lain, ia tidak menginginkan kehilangan suara kaum Muslim.

Para analis mengatakan, perbedaan suara pada putaran kedua nanti mungkin akan jauh lebih besar. Yang mengejutkan adalah banyaknya perolehan calon Front Nasional berhaluan ultrakanan yang dikenal anti-Islam, Marine Le Pen. Meski kalah, ia memperoleh suara jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan, cukup untuk membuat kedua calon lainnya khawatir.

Presiden Sarkozy mengatakan, ia ingin tiga perdebatan televisi dengan Francois Hollande sebelum putaran kedua tanggal 6 Mei. Tidak jelas apakah Hollande akan menerima.

Sebelumnya, Presiden Nicolas Sarkozy memperingatkan, kemenangan calon Sosialis akan menimbulkan krisis eonomi. Francois Hollande berjanji akan mempromosikan pertumbuhan tanpa harus menerapkan langkah penghematan dan menaikkan pajak bagi golongan kaya.

Sarkozy adalah satu-satunya presiden incumbent yang kalah pada putaran pertama Pilpres dalam sejarah Prancis modern. Sebelum pemilu, banyak analis memperkirakan suara kaum Muslim akan menententukan hasil Pilpres. Prancis merupakan negara berpenduduk minoritas Muslim terbesar di Eropa.

Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis, Claude Guéant, saat ini jumlah kaum Muslim di negaranya diperkirakan sekitar 5-6 juta jiwa. (Mel/The Local Prancis/Republika/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *