Monday, December 17, 2018
Beranda > Indonesia > Polisi Serbu Mushola di Pekanbaru

Polisi Serbu Mushola di Pekanbaru

aksi brutal polisi di mushola pekanbaru
aksi brutal polisi di mushola pekanbaru
Aksi brutal polisi di mushola RRI Pekanbaru. Foto: jpnn.com

DDHK News, Indonesia — Penyerbuan rumah ibadah oleh aparat keamanan tidak hanya terjadi di Bulgaria, tapi juga di Indonesia. Diberitakan situs pekanbaru.co dan riauterkini.com, polisi Indonesia melakukan aksi brutal dengan menyerang sejumlah mahasiswa di dalam Mushalla Assyakirin RRI Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (25/11) sore. Mushola diinjak sepatu dan Al-Quran berserakan.

Aksi penyerbuan itu merupakan buntuk aksi demo mahasiswa menolak kenaikan harga BBM. Puluhan mahasiswa terluka akibat tindakan represif polisi yang membubarkan paksa demo tersebut. Tindak brutal polisi juga dilakukan terhadap beberapa mahasiswa yang sedang dan usai sholat di Musholla Assyakirin RRI.

Dalam aksi brutalnya tersebut, polisi menerobos masuk ke dalam tempat suci tersebut, lengkap dengan sepatu botnya. Tindakan aparat tak sekadar menyebabkan mahasiswa terluka, tapi juga menyebabkan lemari kecil tempat menyimpan sajadah dan Al Qur’an rusak. Isinya berserakan di lantai musholla, termasuk Al-Qur’an.

Belasan karyawan RRI Cabang Pekanbaru yang berkumpul usai menunaikan sholat Dhuhur, merasa heran dengan tindakan aparat yang dinilai tak menghargai tempat ibadah yang disucikan Umat Islam.

“Semestinya tidak boleh seperti itu. Polisi tidak boleh masuk ke musholla dengan bersepatu lalu memukuli mahasiswa di dalam musholla,” kata seorang karyawan yang ditemui riauterkinicom.

“Tadi di dalam (mushola) beratakan. Hampir seluruh lantainya kotor oleh bekas tapak sepatu. Rak Al Qur’an ini tadi terguling dan Al Qur’annya berserak di lantai. Entah ditendang atau bagaimana,” ujar seorang karyawan lain sembari menujukkan rak yang rusak akibat penyerbuan polisi tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau menpolisi serbu mushola pekanbarugecam keras arogansi polisi. “Aparat arogansi itu, apalagi di dalam rumah ibadah menggunakan sepatu. Harusnya menghormati rumah ibadah, presiden saja masuk masjid buka sepatu. Kita minta agar aparat minta maaf secara terbuka kepada khalayak,” ungkap Ketua Umum MUI Propinsi Riau, Prof Dr H Mahdini MA.

Pihak MUI akan mempertanyakan langsung kepada Polda Riau ataupun Polresta Pekanbaru. “Sepatu tak layak masuk ke rumah ibadah, aparat harus minta maaf kepada umat Islam secara terbuka. Kita mengecam hal ini jangan sampai terulang lagi,” ujarnya. (pekanbaru.co/riauterkini.com).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *