Beranda > Dunia Islam > Presenter Berjilbab Kembali Hadir di TV Mesir

Presenter Berjilbab Kembali Hadir di TV Mesir

Presenter berjilbab kembali hadir di TV Mesir setelah tumbangnya rezim Presiden Hosni Mubarak bulan lalu. Pimpinan Persatuan Radio dan Televisi Mesir, Dr. Sami Al-Sharif, dan penyelia persatuan yang baru saja terpilih, Jenderal Tarek Mahdi, memperbolehkan kembalinya presenter berjilbab yang dilarang selama hampir 20 tahun atas dasar bahwa jilbab memiliki “kecenderungan Islami.”

Lebih dari 37 presenter TV berjilbab menyambut dengan baik keputusan tersebut. “Para presenter berjilbab tidak berbeda dari mereka yang tidak berjilbab,” kata presenter Mesir berjilbab, Lamiaa Fahmi Abdel-Hamid. “Wanita tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan wawancara dan berkomunikasi dengan para penonton¬† seperti rekan sekerja lainnya. Seharusnya para penontonlah yang menilai apakah presenter tersebut bagus atau tidak.”

Menurut veteran media, Mahmoud Sultan, melarang para presenter berjilbab adalah bagian dari kebijakan rezim yang menargetkan segala sesuatu yang berhubungan dengan agama dan kecenderungan aspek keagamaan menuju fanatisme.

“Rezim tersebut menciptakan stereotip kaku yang menolak praktik-praktik yang berhubungan dengan agama, seperti sholat, berpuasa, atau mematuhi aturan berpakaian Islami.”

Sultan menambahkan, seorang pembawa berita di TV seharusnya dapat mewakili, apakah berjilbab atau tidak, dan seharusnya pandai berbicara dan berpengetahuan dan bahwa selama kualitas-kualitas tersebut tersedia, ia tidak bisa dicegah.

“Merupakan hal yang penting memasukkan para presenter berjilbab dengan tujuan untuk menciptakan sebuah atmosfir multi-kultural di dalam media. Revolusi 25 Januari berusaha untuk mencapai hal ini dan memecahkan tabu yang diajukan oleh rezim Hosni Mubarak.”

Dr. Ali Reda, pimpinan Departemen Radio dan Televisi di fakultas Komunikasi Massa Universitas Kairo, berpendapat, tidak ada kontradiksi antara kebebasan pribadi, seperti jilbab, dan bekerja di dalam media.

“Melarang para presenter berjilbab menunjukkan kurangnya objektivitas, yang memiliki dampak negatif pada TV dan menghalanginya dari beberapa talenta oleh kebebasan individual yang tidak menghormati,” katanya (Al-Arabiya/Suara Media).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *