Beranda > Dunia Islam > Ramadhan, Suriah dan Yaman Terus Bergolak

Ramadhan, Suriah dan Yaman Terus Bergolak

Meski memasuki bulan suci Ramadhan, sejumlah negara Arab terus dilanda pergolakan berdarah. Rakyat Suriah dan Yaman terus terlibat konflik bersenjata dengan pasukan pemerintah. Rakyat kedua negara terus melakukan aksi demonstrasi dan perlawanan guna menuntut pengunduran diri rezim penguasa, sebagaimana dilakukan rezim Mesir dan Tunisia.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan, para pejabat Amerika yakin lebih dari 2.000 orang tewas dalam penindakan pemerintah Suriah selama beberapa bulan ini terhadap penentang pemerintah. Clinton menghimbau tanggapan internasional yang lebih keras dan lebih kuat atas kekerasan itu.

Para aktivis pro-reformasi mengatakan, lebih dari 130 orang tewas di seluruh Suriah dalam empat hari terakhir. Mereka mengatakan, sebagian besar korban jiwa terjadi di kota Hama yang telah ditindak keras oleh pasukan pemerintah sejak hari Minggu.

Banyak kekerasan yang terjadi sejak pergolakan mulai bulan Maret dituduh oleh pemerintah dilakukan oleh teroris dan militan.

Di Yaman, pergolakan terus berlangsung. Pasukan pemerintah bentrok dengan kelompok suku paling berkuasa di negara itu, ketika ribuan pendukung dan penentang presiden saling melancarkan aksi demonstrasi.

Pertempuran pecah hari Jumat di ibukota, Sanaa. Pasukan keamanan terlibat saling tembak dengan anggota konfederasi Hashid. Aliansi suku itu bulan Maret menyatakan akan mendukung lawan Presiden Ali Abdullah Saleh. Tidak ada penjelasan mengenai penyebab kerusuhan itu.

Demonstran yang mendukung presiden dan yang anti-pemerintah turun ke jalan setelah sholat Jumat untuk melancarkan aksi terpisah. Aktivis menggelar demonstrasi besar di ibukota dan kota Taiz, Yaman selatan.

Presiden Saleh tetap mempertahankan kekuasaan, meskipun telah berada di luar negara itu sejak Juni. Ia masih di Arab Saudi tempat ia memulihkan diri dari luka-luka yang diderita akibat serangan bulan Juni terhadap kompleks kepresidenan.

Penentang pemerintah menuntut Saleh mundur. Pihak oposisi menolak ajakan Presiden Saleh untuk berunding, dengan menyatakan pembicaraan hanya bisa dilakukan bila ia setuju untuk meletakkan jabatan.

Negara lain yang terus dicekam konflik antara lain Bahrain dan Libya. Di sisi lain, sejumlah negara di Afrika, utamanya Somalia, dilanda kelaparan dahsyat. (Mel/VOA News).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *