Beranda > BMI Menulis > SAI KUNG ROCK POOLS, KOLAM AIR TERJUN DI TENGAH HUTAN BETON

SAI KUNG ROCK POOLS, KOLAM AIR TERJUN DI TENGAH HUTAN BETON

Banyak orang menyebut Hong Kong sebagai hutan beton. Sebagian lain bahkan menyebutnya sebagai Negeri Beton. Maklum, bukan hanya kotanya yang dipenuhi gedung-gedung beton bertingkat, tapi hutan-hutan rimbunnya pun tumbuh di atas bebukitan batu yang keras.

Namun jangan salah, negeri tempat tinggal dan bekerja sekitar 180 ribu warga Indonesia ini juga menawarkan segudang keajaiban alam untuk dijelajahi. Mulai dari jalur hiking yang indah hingga oasis tersembunyi yang menakjubkan.

Salah satunya, yang dikenal sebagai Sai Kung Rock Pools. Sebagian pekerja migran Indonesia ada yang menyebutnya dengan Sai Wan Rock Pools. Yaitu, kolam besar berair terjun yang berada di tengah-tengah “hutan batu” yang menjulang.

Karena tempatnya yang tersembunyi, membutuhkan usaha yang lumayan melelahkan untuk mencapai salah satu tempat tujuan wisata yang ramai dikunjungi ini. Dibutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan menuju kolam air terjun alami tersebut.

Setidaknya, durasi waktu selama itulah yang kami tempuh, para voluntir Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK), saat berwisata ke Sai Kung Rock Pools dari kantor DDHK di Causeway Bay, pada saat libur Tuen Ng Festival, Kamis, 25 Juni 2020. “Kurang lebih, total kami menempuh perjalanan selama 3 jam,” kata Lisa, salah satu anggota tim volutir DDHK.

Dari kantor yang berlokasi di Haven Street dekat gedung KJRI Hong Kong, bersama pak Imam Baihaqi, General Manager DDHK, kami menuju stasiun kereta MTR terdekat, masuk melalui Exit F di seberang pusat belanja Sogo, persis di depan toko busana Victoria Screet. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit menuju stasiun Choi Hung di jalur hijau (Kwun Tong Line).

Kami pun keluar lewat Exit C2, pintu keluar stasiun yang paling dekat dengan pemberhentian (halte) minibus (siupa) nomor 92. Kami turun di pemberhentian terakhir di daerah Sai Kung. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Choi Hung ke Sai Kung.

Perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki menuju outlet McDonalds terdekat. Persis di depan restoran siap saji asal Amerika Serikat itu, Sahabat Migran bisa menumpang minibus berwarna putih, dengan nomor 29R menuju Sai Wan Village.

Apabila menunggu siupa lama, perjalanan juga bisa ditempuh dengan menumpang taksi. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

“Kemarin kami naik taksi warna hijau ongkosnya HK$120,” ujar Siti Fatimah, voluntir DDHK yang juga ikut serta.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. “Kami berjalan mengikuti petunjuk arah, kurang lebih 45 menit untuk sampai di Sai Wan Beach,” kata Lina.

Dari pantai Sai Wan, masih butuh berjalan kaki sekitar 45 menit untuk mencapai Sai Kung Rock Pools. Jangan kuatir soal jarak tempuh berjalan kaki. Sebab, pemandangan alam sepanjang perjalanan sangat memuaskan hati untuk berfoto-foto dan berselfie.

Sebelumnya, banyak sahabat sesama pekerja migran di Hong Kong yang bercerita tentang tempat ini. Kami tidak yakin, tempat seindah itu ada di sini, di tempat kami tinggal dan bekerja.

Namun setelah mendatanginya, kami baru yakin, air terjun ini benar-benar ada di Hong Kong! Begitu tiba di lokasi dan melihat keindahannya, lelah perjalanan 3 jam pun langsung sirna. [Lina, Siti Fatimah, Lisa]

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *