Beranda > Dunia Islam > Sentimen Anti-Muslim Meningkat di Swedia

Sentimen Anti-Muslim Meningkat di Swedia

Sentimen anti-Muslim meningkat di Swedia. Dikabarkan The Washington Post, sejumlah politisi anti-Islam kini masuk parlemen dengan misi memerangi apa yang mereka sebut masalah terbesar Swedia: imigrasi Muslim.

Sebanyak 20 politisi Demokrat Swedia (DS) yang terpilih menjadi anggota parleman dalam pemilu yang baru lalu, memiliki agenda menerapkan moratorium mesjid baru, larangan cadar, dan menghentikan imigrasi dari negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Peringatan atas meningkatnya gelombang anti-imigran Muslim terjadi di selatan kota Malmo. Satu atau lebih sniper menargetkan imigran, menewaskan satu orang, dan melukai delapan lainnya dalam insiden 15 penembakan terpisah tahun ini.

Partai Demokrat Swedia berhasil masuk ke parlemen dengan mengusung isu-isu anti-Islam dalam kampanye. Mereka mengikuti jejak partai anti-Islam lain di Eropa yang juga meraih sejumlah kemenangan dengan mengangkat isu Islamophobic tersebut.

Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu menilai Islamophobia kini menjadi kanker sosial masyarakat Eropa. (Mel/The Post/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *