Beranda > Dunia Islam > Sikapi Kebijakan Anti-Islam Angola, Ulama Al-Azhar Kirim Tim Pencari Fakta

Sikapi Kebijakan Anti-Islam Angola, Ulama Al-Azhar Kirim Tim Pencari Fakta

masjid-angola-dihancurkan

masjid-angola-dihancurkanDDHK News, Mesir — Ulama Al-Azhar mengungkapkan keprihatinannya dengan situasi di Angola. Untuk itu, mereka akan mengutus tim pencari fakta guna mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi Muslim Angola.

Pemerintah diberitakan menerapkan kebijakan anti-Islam dengan menganggap agama Islam sebagai agama ilegal. Pemerintah Angola pun merobohkan masjid-masjid, seperti tampak dalam gambar salah satu masjid yang dirobohkan belum lama ini.

“Kami telah mendapat laporan, utamanya dari media, soal perlakuan pemerintah Angola terhadap Muslim. Kami berharap ini tidak benar, karena pada dasarnya Angola menghargai kebebasan beragama, dan prinsip tolerans,” demikian pernyataan resmi Al-Azhar, seperti dikutip republika.co.id dan onislam.net, Rabu (27/11).

Al-Azhar juga menuntur itikad baik pemerintah di negara Afrika bagian selatan itu untuk memberikan klarifikasi atas masalah ini. “Mereka perlu menjelaskan. Dan komunitas Muslim diminta agar mendukung setiap upaya yang dilakukan guna tercapai perdamaian. Pemerintah juga diharapkan berlaku rasional, guna menghindari kompleksitas situasi,” kata Al-Azhar.

Sebelumnya, Uni Ulama Islam Internasional (IUMS) menyerukan agar Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Liga Islam, Uni Afrika, dan PBB agar turun tangan terhadap masalah kebijakan anti-Islam Angola. Mereka meminta agar masalah ini segera diselesikan dengan cara damai.

Beberapa surat kabar Afrika dan Angola melaporkan pemerintah Angola telah memberlakukan kebijakan diskriminatif terhadap Muslim. Sejumlah masjid dihancurkan dengan dalih ilegal.*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *