Beranda > Dunia Islam > Studi: Radikal Bukan Berarti Teroris

Studi: Radikal Bukan Berarti Teroris

Pada saat para politisi dan media Barat menggunakan kombinasi khas istilah yang mengasosiasikan kaum Muslim dengan aksi teroris, sebuah studi baru di Barat menghasilkan kesimpulan yang melawan arus. Studi itu menyimpulkan, konsep radikalisasi tidak harus selalu dikaitkan dengan terorisme.

“Perjalanan menjadi terorisme sering digambarkan sebagai proses ‘radikalisasi’,” kata para peneliti di Demos, lembaga think-tank Inggris, dalam laporan yang dirilis Rabu (8/12).

“Seorang radikal menolak status quo, tetapi tidak harus dengan cara kekerasan atau bahkan cara bermasalah,” tegasnya seperti dikutip OnIslam (8/12).

Temuan studi menunjukkan, ada muslim radikal yang mengecam kekerasan dan menjadi sekutu kuat nilai-nilai Barat.

Para peneliti mendefinisikan orang radikal hanya menyatakan perbedaan pendapat yang signifikan dari norma-norma yang berlaku, tetapi belum tentu seorang teroris.

Mereka mendasarkan penemuan mereka pada wawancara dengan anggota komunitas Muslim di lima negara Barat –empat di Eropa dan Kanada– Kanada – yang menganggap diri mereka memegang “pandangan radikal”.

Tidak satu pun dari radikalis yang diwawancarai dihukum karena mengambil bagian secara langsung ataupun tidak langsung dalam kegiatan teroris.

Yang mengejutkan, mereka yang dikategorikan sebagai radikal menolak untuk membela kekerasan sebagai “jihad” di Barat atau sebagai kewajiban agama, dapat diterima, atau diizinkan.

Menurut laporan itu, Barat harus menyadari tumpang tindih dalam ideologi individu dan kelompok radikal, termasuk kelompok Islam, gerakan konservatif agama, dan organisasi ultra-ortodoks.

“Differentiating between these types of radicalizations is extremely important because targeting the wrong people can breed resentment and alienation, and erode the very freedoms Western governments want to preserve.

“Membedakan tipe-tipe radikalisasi ini sangat penting karena penargetan orang yang salah dapat mengembangbiakkan kebencian dan keterasingan, dan mengikis kebebasan yang ingin dipertahankan pemerintah Barat.” (Mel/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *