Beranda > Indonesia > Sudan Butuh 500 TKI Profesional

Sudan Butuh 500 TKI Profesional

Sudan membutuhkan lebih dari 500 tenaga kerja Indonesia (TKI) profesional untuk ditempatkan di sektor konstruksi, tenaga medis di rumah sakit dan operator mesin pertanian.

“Dari beberapa kali pertemuan dan penjajakan yang dilakukan KBRI Khartoum, pihak Sudan telah menyampaikan keinginan untuk mendatangkan 200 tenaga konstruksi, 120 perawat, 200 insinyur dan 15 operator mesin pertanian,” kata siaran pers KBRI Khartoum yang diterima ANTARA Kairo, Jumat.

Keinginan Sudan itu akan segera dipenuhi karena tenaga profesional yang dibutuhkan tersebut sangat mudah didapatkan di Indonesia, kata Duta Besar RI untuk Sudan Dr Sujatmiko.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungan kerja ke Khartoum Rabu (23/11) menyambut baik keinginan Sudan tersebut.

Disebutkan, dalam kunjungan tersebut, Jumhur melakukan pertemuan dengan para pejabat Kementerian Tenaga Kerja Sudan dan beberapa perusahaan besar setempat.

Kunjungan kerja BNP2TKI merupakan sebuah langkah nyata untuk merealisasikan peluang pengiriman tenaga kerja profesional ke Sudan, katanya.

BNP2TKI dan Kementerian Tenaga Kerja Sudan telah sepakat untuk mengadakan nota persepahaman (MoU) menyangkut penempatan dan perlindungan terhadap tenaga kerja profesional dimaksud.

DAL Group, perusahaan konglomerat terbesar Sudan, direncanakan akan berkunjung ke Indonesia untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan BNP2TKI guna melakukan perekrutan langsung tenaga profesional yang akan ditempatkan di bidang “dairy”, “engineering”, otomotif, “property” dan lainnya. Menurut KBRI Khartoum, saat ini cukup banyak tenaga kerja Indonesia non-profesional di Sudan dan banyak dari mereka yang bermasalah, katanya.

“Diharapkan dengan adanya pengiriman tenaga kerja profesional ini dapat mengurangi jumlah tenaga kerja non-profesional di negara Arab Afrika itu,” kata Dubes Sujatmiko.

Ditambahkan, “Social Security and Investment Authority” Sudan akan membuka sebuah “medical center” di Khartoum pada Juni 2012 dan telah meminta tenaga profesional dari Indonesia untuk mengelolanya.

Di sisi lain, delegasi Kementerian Kesehatan RI melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan Sudan di Khartoum pada Kamis (24/11) untuk menindaklanjuti MoU yang ditandatangani oleh kedua pihak di Jakarta pada 2009.

MoU tersebut intinya, antara lain menyangkut kerja sama bidang kesehatan termasuk pertukaran tenaga medis.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Sudan menyatakan keinginan untuk belajar dari keberhasilan pengembangan Puskesmas di Indonesia dan berharap metode yang serupa dapat dikembangkan di Sudan.

Delegasi Kementerian Kesehatan RI juga melakukan kunjungan ke beberapa rumah sakit bertaraf internasional di Khartoum untuk melihat langsung fasilitas-fasilitas kesehatan yang tersedia. (ANTARA)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *