Wednesday, February 20, 2019
Beranda > Indonesia > Sumiyati Pilih Tuntut Hukuman Qishas untuk Majikannya

Sumiyati Pilih Tuntut Hukuman Qishas untuk Majikannya

Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar menjenguk Sumiyati untuk memberi dukungan moral. ”Saya mewanti-wanti kepada Sumiyati agar tetap konsisten pada keterangan yang ia berikan. Kalau berubah-ubah justru akan menyulitkan dia,” ujar Linda di Madinah usai menjenguk Sumiyati, Kamis (25/11).

Kepada Linda, Sumiyati minta agar ayahnya difasilitasi untuk bisa datang di Arab, agar bisa menemani dirinya. Adik sepupu ayah Sumiyati, Julkarnain, Kamis kemarin sudah harus pulang ke Tanah Air.

Sumiyati juga menyatakan keinginannya agar penganiaya dirinya dihukum seberat-beratnya. Linda juga bertemu dengan pengacara Sumiyati yang menyatakan siap bekerja keras memperjuangkan keinginan Sumiyati.

Tuntutan Sumiyati sudah disiapkan tinggal ditranskrip ke dalam bahasa Arab.. ”Dari dua pilihan hukuman denda materi atau qishas, Sumiyati memilih qishas,” ujar Linda.

Linda menyatakan, kondisi Sumiyati semakin membaik. Kepada Sumiyati, Linda juga menyampaikan salam Gubernur NTB yang juga prihatin terhadap kasus yang menimpa Sumiyati.

Konsul Konsuler KJRI Jeddah menyatakan Sumiyati akan menjalani pemulihan hingga tuntas. Pemerintah Arab Saudi yang menanggung semua biaya pemulihan itu.

”Itu berlaku untuk semua selama dirawat di rumah sakit pemerintah. Jamaah haji yang juga dirawat, akan dirawat sampai pulih betul. Karenanya meski pemulangan jamaah sudah berakhir, masih ada jamaah yang belum bisa pulang karena harus menyelesaikan dulu perawatannya hingga benar-benar pulih,” ujar Didi. (Republika)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat via WA