Beranda > Dunia Islam > Sutradara Prancis Masuk Islam setelah Kasus Charlie Hebdo

Sutradara Prancis Masuk Islam setelah Kasus Charlie Hebdo

French-Director-Finds-Islam-After-Charlie-Attacks

Isabelle Matic French-Director-Finds-Islam-After-Charlie-Attacks

Isabelle Matic, Sutradara Film Prancis Masuk Islam

DDHK News, Prancis — Seorang sutradara film Prancis, Isabelle Matic, masuk Islam setelah maraknya kasus penyerangan majalah Charlie Hebdo. Ia mengumumkan keislamannya di akun Facebook, beberapa hari setelah penyerangan terhadap kantor majalah yang doyan menghina Nabi Muhammad Saw itu.

“Hari ini, saya menjalankan rukun Islam yang pertama (Syahadat). Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya,” tulis Matic dalam sebuah pesan yang diposting di akun Facebooknya 11 Januari 2015, seperti dikutip situs onislam.net.

Sutradara film wanita ini menambahkan publikasi keislamannya dengan beberapa posting lain yang mengungkapkan terima kasih kepada aktor Maroko, Hicham Bahloul, yang mengumumkan keputusannya masuk Islam di suratkabar Maroko.

Dalam pesan lainnya, ia menggambarkan bagaimana dirinya mengambil keputusan dan dampaknya terhadap keyakinan agama dalam kebebasan berekspresi (freedom of expression).

“Antara pembantaian di kantor majalah Charlie Hebdo dan kejadiannya lain yang mengiringinya: Saya menjadi seorang Muslim,” tulis Matic. “Apakah saya masih mendukung kebebasan berekspresi untuk semua dan Charlie Hebdo khususnya?! Ya,” tulis Matic di status lainnya.

Selain itu, ia juga mengajak kaum Muslim untuk mengabaikan provokasi Charlie Hebdo yang kembali menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad Saw. “Jangan perhatikan. Jangan respons provokasi itu,” tulisnya. (mel/onislam.net/localhost/project/personal/ddhongkong.org/ddhongkong.org).*

 

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *