Beranda > Hong Kong > TANYA USTADZ: 11 nasihat agar lepas dari dosa lesbi di masa lalu

TANYA USTADZ: 11 nasihat agar lepas dari dosa lesbi di masa lalu

TANYA: Assalamu’alaikum, Ustadz.

Di masa lalu, saya pernah khilaf. Saya dulu seorang lesbian. Tapi sekarang saya sudah mendapatkan hidayah.

Sebelum menjadi seorang lesbian, saya adalah perempuan normal dan mempunyai rasa suka kepada laki-laki. Bahkan, saya pernah berpacaran dengan laki-laki.

Pada tahun 2014, saya pergi kerja ke Singapura. Ketika itu rambut saya benar-benar dipotong pendek.

Saat itu, ada seorang perempuan yang umurnya lebih tua dari saya. Dia kagum melihat saya. Dia bahkan berani mengungkapkan perasaan cintanya.

Ketika itu saya bingung, tak kuasa untuk menghindar, karena perempuan itu terus-terusan memberikan perhatiannya. Akhirnya, kami pun menjalani hubungan layaknya orang berpacaran. Tidak lama, hanya beberapa bulan saja.

Namun sejak itu saya memiliki kecenderungan lebih tertarik kepada perempuan daripada kepada laki-laki. Hal itu berlangsung 4,5 tahun selama saya bekerja di Singapura. Meksipun, ketika menjalani hubungan dengan sesame perempuan tak pernah lama, hanya dalam hitungan 1-2 bulan saja.

Sampai akhirnya pada tahun 2018 saya mengenal seorang perempuan dari media sosial. Setiap hari kami berbincang, baik lewat chat maupun telepon, karena dia di Hong kong dan saya di Indonesia. Saat itu, kami berdua memutuskan untuk berpacaran. Pada akhirnya, April 2019, saya juga memutuskan untuk bekerja ke Hong Kong, itu karena saya ingin dekat dengan dia.

Ustadz, saya ingin berubah seperti dulu lagi. Saya ingin kembali ke jalan yang lebih benar. Saya ingin berhijrah. Saya ini benar-benar bertobat. Saya malu dengan diri saya, “Kenapa masa lalu saya sesuram ini?” Saya butuh orang yang benar-benar bisa membimbing saya ke jalan yang benar. [Fulanah, PMI Hong Kong]

Jawab: Saya sampaikan 11 nasihat. Semoga Allah Ta’ala menguatkan Anda dalam berhijrah, insyaallah.

Pertama, kita harus bersyukur kepada Allah atas nikmat hidup, iman, bahkan kesehatan yang diberikan kepada kita.

Kedua, wujud bersyukurnya dengan menggunakan nikmat itu pada kebaikan di jalan Allah.

Ketiga, kita pahamkam pada diri kita bahwa Allah memberikan kemampuan pada diri kita untuk bisa menilai mana yang baik dan yang buruk, mana yang halal dan yang haram.

Keempat, mencintai dan bercinta sesama jenis adalah terlaknat di dunia dan di akhirat, kecuali pelakunya bertobat.

Kelima, Allah menerima tobat hamba-Nya yang sungguh-sungguh. Allah Maha Pengampun dan Maha Bijaksana.

Keenam, apabila seseorang jatuh dalam kemaksiatan maka dia harus memutus jalan-jalan yang mengantarkannya pada kemaksiatan itu. Misalnya, dengan memutus komunikasi, tidak membayangkam perbuatan itu, atau menempuh jalan mendekatkan diri kepada sumber kemaksiatan itu.

Ketujuh, Allah akan membimbing hamba-Nya yang benar-benar bertobat ke jalan yang benar.

Kedelapan, munculkan dalam pikiran bahwa cinta sesama jenis itu menjijikkan dan dilaknat Allah, sebagaimana menimpa kaum Shodom.

Kesembilan, berdoalah kepada Allah untuk memberikan rasa cinta kepada lawan jenis, pemuda yang shalih, serta kelak menjadi suami dan imam dalam keluarga.

Kesepuluh, hadiri majelis taklim secara rutin untuk mempelajari agama Islam

Kesebelas, putus semua jalur komunikasi yang bisa mengingatkan Anda kepada masa lalu, baik di HP atau yang di media sosial.

Allahu a’lam!

[Ustadz Talqis Nurdianto, Lc., MA.Dai Cordofa DDHK]

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *