Beranda > Hong Kong > The Peak, Tempat Ideal Melihat Hong Kong dari Ketinggian

The Peak, Tempat Ideal Melihat Hong Kong dari Ketinggian

WISATA NEGERI BETON

CENTRAL | HONG KONG – Hong Kong memang negeri yang kecil. Total luas wilayahnya, berdasarkan catatAn Wikipedia, hanya 1.108 km2, tidak sampai setengah luas Pulau Bali yang mencapai 5.780 km2. Meski begitu, Hong Kong dikenal sebagai salah satu negara di Asia yang banyak dikunjungi para wisatawan dunia.

Setiap tahun, puluhan juta wisatawan dari berbagai negara berkunjung ke Hong Kong. Termasuk, dari Indonesia. Dan, dari sekitar 7.482.500 penghuninya, sebanyak 2,1 persennya adalah warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di negara mungil tersebut.

Di Hong Kong, Sahabat Indonesia tidak perlu bingung mencari tempat wisata yang menarik. Mulai dari tempat untuk wisata belanja, tempat yang menyimpan nilai sejarah tinggi, hingga wisata alam dengan pemandangan menakjubkan tersedia di negara-kota yang di kalangan pekerja migran Indonesia (PMI) disebut sebagai Negeri Beton ini.

Salah satunya, Victoria Peak atau lebih dikenal dengan sebutan “The Peak”. Di tempat ini, Anda akan menemukan The Peak Tower yang ketinggiannya mencapai 396 meter di atas permukaan laut. Di sini juga terdapat The Sky Terrace yang memberikan pemandangan 360 derajat. Jadi, Anda bisa menyaksikan seluruh lanskap Hong Kong dari ketinggian.

Selain, tentunya berfoto-foto dan berselfie, dengan pemandangan lanskap Hong Kong sebagai latar belakang. Siang atau malam, sama indahnya.

 

Sekitar tiga tahun lalu, saya pernah membawa istri tercinta jalan-jalan ke negaranya Ip Man ini. Saat itu saya ingin istri dapat melihat Hong Kong, tempat selama lima tahun terakhir bekerja, secara utuh. Karena terlalu sibuk dengan rutinitas kerja, akhirnya saya hanya bisa mengajak dia ke The Peak.

Saat berada di Sky Terrace 428, anjungan di puncak ketinggian The Peak, dan melihat ke bawah, meluruskan pandangan menembus rerimbunan pohon, saya katakan kepada istri tercinta, “Itulah Hong Kong, Sayang! Dengan melihat barisan gedung dan laut itu, maka kita sudah melihat seluruh Hong Kong. Jadi, kita tidak perlu jalan-jalan ke mana-mana lagi ya…” Saya katakan itu sambil menunjuk barisan gedung-gedung beton yang menjulang di dua daratan Hong Kong yang terlihat dari Sky Terrace: Hong Kong Island dan Kowloon, yang dipisahkan oleh laut.

Dan yang paling penting, usai berfoto-foto di ketinggian 396 meter dengan latar belakang lanskap Hong Kong di malam hari, istri saya pun terlihat senang dan puas.

Apa yang saya katakan tadi sejalan dengan pandangan penulis di situs-situs internet yang mengupas tentang tempat wisata Hong Kong. Di salah satu website itu bahkan tertulis kalimat: “Jika hanya ada satu tempat yang dapat Anda kunjungi di Hong Kong, pergilah ke The Peak.”

Dengan kata lain, The Peak merupakan tempat wajib untuk dikunjungi jika kita berwisata ke Hong Kong. Buat Sahabat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Negeri Beton, rasanya kurang afdhal, kalau belum pernah jalan-jalan ke The Peak.

Fasilitas wisata di The Peak terbilang lengkap. Di sana tersedia pusat belanja dan oleh-oleh, yang menjajakan barang-barang bermerk hingga cindera mata murah-meriah semisal gantungan kunci dan alat buka penutup botol dengan gambar lanskap Hong Kong. Juga, tersedia beragam outlet untuk bersantap. Dan, Peak Galleria, yang bersebelahan dengan Peak Tower, merupakan tempat wisata belanja populer di kalangan para selebritas dunia yang berkunjung di negara bekas koloni Inggris ini.

Selain anjungan yang sempat saya sebut tadi, di Peak Tower juga ada museum patung lilin yang sangat terkenal di dunia: Madame Tussauds Hong Kong. Di tempat wisata ini, Sahabat Indonesia berkesempatan untuk berfoto bersama tokoh-tokoh yang diabadikan dalam bentuk patung namun terlihat seperti asli. Mulai dari sosok mantan pesepakbola David Beckham, actor Hong Kong Bruce Lee, hingga sosok Ratu Elizabeth, Mahatma Gandhi, dan bahkan Marilyn Monroe.

Buat yang belum tau, selain terdapat patung lilin tokoh-tokoh penting dunia, di tempat ini juga ada dua tokoh asal Indonesia loh! Yaitu, patung lilin Presiden Joko Widodo dan Presiden Pertama Soekarno.

Yang tak kalah sensasional dari The Peak adalah menaiki Peak Tram, kereta pendek dua gerbong berwarna merah hati yang digunakan untuk mencapai puncak The Peak. Alat transportasi bersejarah yang telah beroperasi sejak tahun 1888 ini merupakan kereta kabel pertama di benua Asia!

Harga Tiket

Untuk bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan dari Sky Terrace tentunya tidak gratis. Fasilitas Peak Tram Sky Pass: paket tiket naik The Peak Tram sekaligus tiket akses ke Sky Terrace, Sahabat Indonesia bisa dapatkan dengan membeli tiket yang dipatok dengan banderol HK$84 untuk sekali jalan dan HK$99 untuk tiket pulang-pergi.

Akan lebih murah, jika Anda hanya membeli tiket Peak Tram tanpa “tiket terusan” ke Sky Terrace. Yakni, hanya HK$37 untuk sekali jalan dan HK$52 untuk tiket pulang-pergi. Sedangkan tiket Sky Terrace, jika dibeli secara terpisah, harganya HK$52.

Tersedia juga tiket combo dengan akses ke Museum Madame Tussaud, yang menawarkan berbagai paket. Untuk tiket paket 3-in-1 Combo: masuk Madame Tussauds, Peak Tram pulang-pergi, plus masuk Sky Terrace, harganya dipatok HK$350.

Stasiun Peak Tram yang berada di Garden Road, jalan penghubung antara daerah Central dan Mid-Level, beroperasi mulai jam 7 pagi hingga jam 12 tengah malam. Sedangkan Sky Terrace dan Peak Tower dibuka jam 10 pagi hingga jam 11 malam utuk Senin-Jumat. Pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, dibuka jam 8 pagi hingga jam 11 malam. Sedangkan Madame Tussauds, setiap hari dibuka jam 10:00 hingga jam 22:00.

Menuju The Peak

Biasanya, untuk jalan-jalan ke The Peak dari Causeway Bay, saya menumpang kereta MTR jurusan Kennedy Town, turun di Exit J2 stasiun Central. Lalu, berjalan sekitar 15 menit ke Stasiun Peak Tram di Garden Road.

Pernah juga, saya naik tram jurusan Kennedy Town, Western Market, atau Whitty Street Depot. Setelah melewati tujuh pemberhentian tram, turun di pemberhentian Hong Kong Park; Cotton Tree Drive. Lalu, tinggal jalan ke arah Peak Tram, sekitar tiga menitan.

Sebagai alternatif, Sahabat Indonesia juga bisa menumpang bus nomor 15C dari Dermaga 8 Central Pier. Atau, naik bus nomor 15 dari terminal di bawah Gedung Exchange Square, yang berdekatan dengan Exit D stasiun MTR Hong Kong. Dari sana, langsung menuju The Peak, tanpa menggunakan Peak Tram. Selain itu, menuju The Peak juga dapat dilakukan menggunakan taksi dan mobil pribadi.

Selamat berwisata di Negeri Beton![]

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *