Monday, December 17, 2018
Beranda > Dunia Islam > Warga Gaza Kesulitan Dapatkan Tempat Tinggal

Warga Gaza Kesulitan Dapatkan Tempat Tinggal

rumah warga gaza hancur

rumah warga gaza hancur

Pasca Agresi Israel, Hampir 7 Minggu Warga Gaza Kesulitan Tempat Tinggal

DDHK News, Palestina — Musim dingin kian mendekat, Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung terpaksa tinggal tanpa tempat berlindung. Hampir tujuh minggu sejak Israel mengakhiri perang mematikan di Jalur Gaza, penduduk Gaza mengalami kesulitan serius untuk mendapatkan tempat berlindung yang pantas.

Banyak pengungsi Palestina masih tinggal di sekolah PBB karena rumah mereka hancur dalam agresi brutal Israel.  Sebagian dari mereka masih tetap memilih untuk kembali ke rumah mereka yang telah dibombardir, meskipun mereka menghadapi banyak masalah.

“Kami berada dalam keadaan mengerikan karena cuaca dingin dan hujan. Hujan tiga hari yang lalu dan semua barang-barang kami menjadi basah, sebagian telah kehilangan rumah mereka dan sebagaian lainnya telah kehilangan tempat tinggal dan seluruh keluarga mereka, kata seorang warga Palestina kepada Press TV, Selasa (14/10/14).

Seorang wanita tua yang mencari perlindungan dengan keluarganya di sebuah sekolah PBB mengatakan kepada Press TV bahwa para pejabat PBB telah merayu dan menipu mereka untuk meninggalkan sekolah tersebut.

Amirah Masri dan keluarganya mendirikan tenda di depan sebuah sekolah PBB yang dihuni sekitar 50 keluarga.

Dia berkata, “Kami tinggal di sebuah sekolah PBB untuk sementara dan kemudian pejabat PBB datang dan mengatakan kepada kami untuk pergi. Mereka berjanji untuk memberikan uang kompensasi untuk menyewa apartemen, tapi itu minggu lalu. Jadi kami mendirikan tenda ini di depan sekolah PBB untuk memprotes tindakan mereka. (islamtimes/presstv).

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *