Saturday, November 17, 2018
Beranda > Dunia Islam > WNI di Libya Ketakutan Tapi Aman

WNI di Libya Ketakutan Tapi Aman

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunisia memastikan keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) di tengah kecamuk perang Libya, berada dalam keadaan aman dan selamat. Dalam rilisnya KBRI Tunisia mengakui sempat terjadi kendala komunikasi dengan para WNI, khususnya para tenaga kerja wanita (TKW).

“Perlindungan kepada WNI dilakukan dengan terus-menerus menjaga kontak dengan mereka. Walaupun komunikasi masih ada kendala karena berbagai sebab akibat terjadinya konflik, namun sejak 25 Agustus beberapa dari mereka telah berhasil dhibungi kembali. Para TKW mengatakan merasa ketakutan karena perang, namun berada dalam keadaan aman dan selamat,” tulis KBRI Tunisia.

Kendala komunikasi yang dimaksud KBRI adalah ganggunan jaringan komunikasi dengan Libya. Secara signifikan gangguan tersebut sudah bisa di atasi.

“KBRI Tunisia telah berhubungan dgn para WNI di Libya sejak keberadaan mereka dapat diketahui berdasarkan informasi yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, dicrosscheck hingga dapat melacak keberadaan para WNI yang pada dasarnya tidak tercatat di KBRI Tripoli sebelumnya karena tidak meaporkan diri,” jelas pihak KBRI Tunisia.

KBRI Tunisia menyebut telah meminta para WNI untuk  tetap bersabar dan tidak keluar dari rumah selama perang kota belum mereda.

“Beberapa dari mereka masih tinggal di rumah majikan dan dijamin oleh mereka, ada pula yang sdh ditinggalkan oleh majikan dan mendapat perlindungan di rumah tetangga yang menjamin keselamatan mereka atau diungsikan ke keluarga majikan yang tinggal bukan di daerah pusat sengketa,” terang KBRI Tunisia.

Posko evakuasi dibuka kembali mulai 22 Agustus di kota Jerba, dekat perbatasan Tunisia-Libya, guna memantau situasi dari dekat. KBRI Tunisia juga menyebut terus menerus berkoordinasi dengan pegawai KBRI Tripoli setempat mengenai keadaan di Tripoli.

Jika keadaan memungkinkan akan diupayakan penjemputan WNI dari kediaman masing-masing ke KBRI Tripoli. Untuk sementara ini, upaya evakuasi WNI dari Libya ke Tunisia belum dapat dilakukan berhubung masih ditutupnya pintu perbatasan Libya-Tunisia di Ras Jedir oleh Pemerintah Tunisia hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

“Keadaan di Kota Tripoli belum kondusif untuk melakukan perjalanan. Waktu dan cara evakuasi akan diputuskan kemudian dengan memperhatikan situasi yg terus berkembang,” papar KBRI Tunisia.

KBRI Tunisia terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak yang dapat membantu upaya perlindungan WNI dan evakuasi, seperti UNHCR, IOM, Bulan Sabit Merah, NGO ADRA, otoritas perbatasan Tunisia, dan lainnya.

Kondisi masih belum pasti. Belum ada pemerintahan yang sah dan diakui internasional, setelah para pemberontak dikabarkan berhasil masuk ke ibu kota.

Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, mengatakan, Uni Afrika belum akan mengakui pihak pemberontak di Libya sebagai pemerintah baru yang sah di Libya. Keputusan itu diambil dalam pertemuan Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, Jumat (26/8).

Menurut Zuma, pihak Uni Afrika (UA) tak bisa mengakui pihak Dewan Transisi Nasional (NTC), yang mewakili pemberontak anti-rezim Moammar Khadafy, sebagai satu-satunya pemerintah sah di Libya selama pertempuran masih berlangsung.

“Kalau masih ada pertempuran, ya berarti masih ada pertempuran. Jadi kami tak bisa kemudian menentukan ini (pemerintah) yang sah sekarang. Prosesnya sangat cair,” kata Zuma, setelah pertemuan Dewan Perdamaian dan Keamanan Darurat UA tersebut.

Pada hari yang sama, NTC telah mendeklarasikan perpindahan kegiatan mereka dari Benghazi ke Tripoli, setelah ibu kota Libya itu jatuh ke tangan pasukan pemberontak awal pekan ini.

Lebih dari 40 negara di dunia, termasuk 20 negara di Afrika, telah mengakui NTC sebagai pemerintah yang sah di Libya, menggantikan rezim Muammar Khadafy, yang telah berkuasa sejak 1969.

Uni Afrika beranggotakan 54 negara di benua Afrika, dan Khadafy, sebagai salah satu pendirinya, memiliki pengaruh besar dalam organisasi tersebut. (Tribunnews/Kompas/AP/Reuters)

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *