Tuesday, November 20, 2018
Beranda > Hong Kong > Workshop IMWU-EOC Bahas Diskriminasi dan Pelecehan

Workshop IMWU-EOC Bahas Diskriminasi dan Pelecehan

IMWUDDHK News, Hong Kong – Indonesian Migrant Worker Union (IMWU) Hong Kong mengadakan workshop bersama Equal Apportunities Commission (EOC) Hong Kong, Minggu (18/11), dengan tema pemahaman tentang Undang Undang Anti Diskriminasi dan Pelecehan Seksual pada BMI.

Diisi oleh Devi dari EOC dan Elizabeth dari International Domestic Workers Network dan didukung oleh CTU, acara yang berlangsung dari jam 13.30 sampai jam l7.00 di Wan Chai ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta (BMI Hong Kong) dan dimeriahkan oleh pertunjukan BMI HK.

Menurut Ketua IMWU Hong Kong, Anik Setyo, acara ini diadakan untuk memberi pengetahuan kepada BMI tentang UU Anti Diskriminasi dan pelecehan. “Setiap BMI harus menanamkan pada diri sendiri agar berani menentang siapa pun asalkan kita benar karena, terkadang ada orang yang memanfaatkan momen untuk mendapat keuntungan pribadi,” katanya. “KTKLN adalah skema baru pemerasan dari pemerintah Indonesia kepada BMI karena kartu ini di bebankan kepada BMI.”

Menurut Elizabeth, negara Hong kong dikenal baik oleh negara luar, namun ia memrotes pemerintah Hong kong yang kurang melindungi Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Ia menambahkan, ada tiga alasan diskriminasi terhadap PRT di Hong Kong, yaitu yang pertama PRT berasal dari luar negeri, tidak berpengalaman, bukan pekerja keras dan tidak berpengetahuan atau bodoh. Yang kedua yaitu di dalam negeri PRT tersebut gaji pekerja sangat rendah. Yang ketiga karena PRT kebanyakan adalah perempuan.

Ia menambahkan, ILO, lembaga internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), telah menghasilkan UU Anti Diskrininasi terhadap buruh yang intinya diakui bahwa PRT adalah pekerja. “Jadi pemerintah harus melindundi PRT seperti pekerja yang lain,” pungkasnya.

Menurut Devi, diskriminasi adalah perbedaan perlakuan dalam situasi yang bisa dibandingkan. UU Anti Diskriminasi mengatur larangan perbedaan perlakuan atas dasar jenis kelamin, kecacatan, ras, dan status keluarga.

Ia menjelaskan, yang termasuk diskriminasi kecacatan yaitu tidak berfungsinya organ tubuh, adanya mikro organisme pada masa yang akan datang, malpulasi, gangguan kesulitan belajar, dan mempunyai kelainan persepsi. Diskriminasi status keluarga adalah aturan aturan yang secara netral, tetapi mempunyai asas diskriminasi. Diskriminasi ras adalah membedakan warna kulit dan diskriminasi jenis kelamin adalah status perkawinan dan kehamilan. Menurutnya, seorang PRT yang hamil tidak boleh diputus kontrak karena alasan kehamilan.

Pelecehan adalah suatu perbuatan yang ada konotasi seksualnya dan membuat orang lain tidak nyaman. (Nisa Amelia/ddhongkong.org).*

DDHK News
DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *